Paslon jalur perseorangan Malang Jejeg, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko (berdiri), saat menyampaikan komitmennya dalam melakukan kontrak politik.(Foto : Tubagus Achmad / MalangTIMES)
Paslon jalur perseorangan Malang Jejeg, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko (berdiri), saat menyampaikan komitmennya dalam melakukan kontrak politik.(Foto : Tubagus Achmad / MalangTIMES)

Ada pernyataan unik yang disampaikan paslon (pasangan calon) bupati dan wakil bupati Malang jalur perseorangan saat sesi debat publik perdana berlangsung, Jumat (30/10/2020). Dalam pernyataan penutupnya, paslon yang diusung Malang Jejeg melalui calon bupati Malang Heri Cahyono menyatakan  kontestasi pilkada Kabupaten Malang selama ini ibarat mendorong mobil mogok.

”Jadi, perhelatan pilbup (pemilihan bupati) 5 tahunan itu ibaratnya nyurung (mendorong, red) mobil mogok. Didandani disurung dadi bupati, terus dada, plas (diperbaiki, didorong jadi bupati, waktu sudah jadi terus melambaikan tangan kemudian meninggalkan rakyat, red),” ucap pria yang akrab disapa Sam HC ini.

Baca Juga : Garap Pendidikan, Paslon SanDi Janjikan Internet Gratis di Setiap Perkampungan

Guna mengakhiri era yang seperti itu, lanjut Sam HC, dirinya telah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Yakni dengan cara menandatangani kontrak politik hitam di atas putih alias bermaterai.

”Untuk mengakhiri era ngapusi (berbohong, red), karena kegiatan ini kalau seperti itu, yang menang selalu calon bupati. Sedangkan rakyatnya ditinggalkan. Maka Malang Jejeg akan mengakhiri itu dengan melakukan kontrak politik,” ungkap Sam HC.

Menurut dia, kontrak politik yang mengharuskan tanda tangan di atas materai tersebut dilakukan untuk memastikan semua janji politik yang disampaikan bakal diwujudkan. ”Tanda tangan di atas materai, seluruh janji politiknya,” timpal Sam HC.

Tidak berhenti di situ saja. Sam HC juga memastikan akan menghibahkan seluruh gajinya saat dirinya dipercaya menjabat sebagai bupati Malang untuk lima tahun ke depan. ”Saya pribadi jika terpilih sebagai bupati akan menghibahkan 100 persen gaji bupati untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sam HC.

Langkah menghibahkan seluruh gaji yang dia peroleh selama menjadi bupati Malang tersebut akan dilakukan lantaran Sam HC beranggapan masih banyak masyarakat miskin di Kabupaten Malang yang membutuhkan bantuan pemerintah.

Oleh karenanya, dengan langkah menghibahkan seluruh gajinya tersebut, Sam HC berharap agar setidaknya penderitaan masyarakat miskin di Kabupaten Malang bisa sedikit teratasi.

Baca Juga : Bertemu Santri Aji, Cabup Jember Cak Salam Beber Janji akan Bangun RS NU

”Atas dasar niat tulus, pengabdian dan atas dasar kemiskinan di Kabupaten Malang yang membutuhkan uluran, maka saya akan menghibahkan 100 persen gaji sebagai bupati,” katanya.

Tak lupa Sam HC menyampaikan jargon Malang Jejeg. ”Salam Jejeg, Wes Wayahe Malang Kudu Jejeg,” tutup Sam HC.