Warga desa dari berbagai profesi ikut ambil bagian dalam donor darah (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Warga desa dari berbagai profesi ikut ambil bagian dalam donor darah (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Melalui program bertajuk ‘Bakti Pemuda, Setetes Darah Untuk Negeri’, Heppiii Comunity berhasil menggerakkan warga sejumlah desa di Lumajang untuk melakukan donor darah.

Hal ini dilakukan karena karena stock darah di PMI Lumajang mulai menipis. Semntara kebutuhan akan darah bisa jadi sewaktu-waktu permintaannya akan naik.

Baca Juga : Diduga Berzina, Warga Satu Desa di Jombang Demo Tuntut Perangkat Desa Dipecat

Dua desa pertama yang menggelar donor darah adalah Desa Lempeni dan Kelurahan Tompokersan. Sedangkan tiga desa lainnya yang akan menyusul dalam aksi yang sama adalah Desa Labruk Kidul, Papringan, dan Pasrujambe.

“Kami tergerak untuk ikut terlibat dalam program yang baik ini karena ingin membantu PMI juga. Alhamdulillah banyak warga dari desa-desa yang tergabung dalam Heppiii Community di Lumajang yang rela antri untuk donor darah. Luar biasa,” kata Purwanto selaku Koordinator Heppiii Community Lumajang, Selasa (20/10).

Dihari pertama, antusiasme warga sangat tinggi, terlebih saat donor darah di Desa Lempeni.

Berdasarkan penuturan petugas PMI, biasanya kalau kegiatan donor darah di desa-desa paling banyak 20 orang. Namun dari Desa Lempeni ini sampai 35 pendonor.

"PMI sampai kekurangan kantong darah, karena warga sangat antusias menyumbangkan darahnya,” kata Purwanto, yang kami hubungi via ponselnya malam ini, Selasa (20/10).  

Beruntung kekurangan kantong darah ini langsung bisa diatasi, sehingga pendonor bisa memberikan darahnya untuk kemanusiaan.

Baca Juga : Lagi, Dua Pasien Covid-19 di Kota Batu Meninggal Dunia, Total 45 Orang

"Kami atas nama pribadi dan Heppiii Community Lumajang mengucapkan terima kasih atas aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh warga desa Lempeni, Tompokersan, dan desa lainnya dalam program donor darah ini,” paparnya.

Program donor darah ini merupakan bagian dari program Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur dan ikut dalam kegiatan pembuatan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor MURI pertama adalah donor darah oleh komunitas terbanyak dan Rekor MURI kedua bertajuk donor darah oleh Karang Taruna terbanyak.  

Kegiatan ini menurut Purwanto, diinisiasi oleh PT SCM bersama Inspire dan didukung oleh PMI  di 58 kota/kabupaten ini melibatkan 492 komunitas dan 112 karang taruna. Komunitas yang tergabung juga cukup banyak, seperti SuperSoccer, SuperAdventure, Bold Riders, dan Heppiii Community, kelompok karang taruna dari berbagai desa.

Kolaborasi komunitas ini akan berlangsung sampai 31 Oktober mendatang untuk momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda.