BPCB Jatim melakukan ekskavasi Candi Gedog.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
BPCB Jatim melakukan ekskavasi Candi Gedog.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berencana melanjutkan ekskavasi Candi Gedog. Anggaran akan diusulkan kepada DPRD agar Balai Pelestarian Cagar  Budaya (BPCB) dapat melanjutkan ekskavasi di tahun 2021 mendatang. 

Kepala Disparbud Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, mengungkapkan pihaknya telah menyusun perencanaan ekskavasi lanjutan Candi Gedog. Beberapa persiapan di antaranya sewa lahan, pelaksanaan ekskavasi tahap tiga, dan kajian pelepasan lahan di lokasi situs Candi Gedog. Penganggaran untuk perencanaan ekskavasi lanjutan tersebut akan diusulkan dalam pembahasan APBD 2021. 

Baca Juga : Temuan Bata Kuno di Karangploso Ditengarai Ada pada Kerajaan Singasari

Tri juga menyebut, pihaknya saat ini menunggu rekomendasi BPCB Jatim terkait hasil ekskavasi tahap kedua untuk dasar penguatan rencana anggaran ekskavasi lanjutan pada tahun depan. 

"Ekskavasi lanjutan akan kami usulkan di APBD tahun 2021. Untuk angka pastinya kami belum tahu. Yang kami usulkan antara Rp 145 juta sampai Rp 175 juta,” ungkap Tri Iman dilansir BLITARTIMES dari laman situs resmi Pemkot Blitar, Selasa (20/10/2020). 

Dikatakannya, ekskavasi lanjutan candi Gedog perlu dilanjutkan untuk mengetahui struktur bangunan secara utuh. Hal ini dikarenakan dalam ekskavasi tahap pertama dan kedua BPCB belum menemukan struktur bangunan yang utuh secara keseluruhan. Ada dua asumsi yang dikemukakan BPCB terkait bangunan di Candi Gedog. Yakni antara bangunan petirtaan dan bangunan candi, atau justru perpaduan keduanya. “Untuk mengetahui bangunan yang ada di situs ini diperlukan ekskavasi lanjutan pada tahun depan,” tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, hari terakhir proses ekskavasi tahap kedua situs Candi Gedog di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, oleh Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, selesai pada Senin (12/10/2020). 

Dari hasil proses ekskavasi tahap dua ini, Tim BPCB berhasil menemukan sejumlah hal penting. Ekskavasi juga mengerucutkan asumsi awal yakni adanya perpaduan dua bangunan, yaitu petirtaan dan Candi di situs Candi Gedog.

Baca Juga : Razia Kos di Kota Blitar, Petugas Gabungan Ciduk 11 Pasangan Bukan Suami-Istri

Adanya dugaan asumsi bangunan petirtaan merujuk pada temuan bangunan struktur bata merah di bagian dalam pagar keliling yang membentuk persegi panjang. Hal itu juga didukung adanya temuan pecahan batu pelipit berelief sulur di lokasi penggalian. Struktur bangunan bata yang berbentuk persegi panjang dan batu pelipit biasanya identik dengan bangunan petirtaan.

Dari hasil ekskavasi ditemukan bagian dasar bangunan induk di dalam pagar keliling situs Candi Gedog berupa struktur bata merah pada kedalaman kurang lebih 2,5 meter dari permukaan tanah. Selain itu, BPCB Jatim juga menemukan berbagai macam fragmen bangunan, relief-relief hingga pecahan gerabah kuno.