Acara launching Universal Health Clverage (UHC) Program JK KIS. (Desi Kris/MalangTIMES)
Acara launching Universal Health Clverage (UHC) Program JK KIS. (Desi Kris/MalangTIMES)

 BPJS Kesehatan Malang menggelar acara launching Universal Health Coverage (UHC) Program JKN KIS Kota Batu pada Rabu (14/10/2020). Acara di Kampung Lumbung ini mengambil tajuk “KWB Sehat dengan Jaminan Kesehatan Semesta”.

UHC sendiri merupakan program yang memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi kesulitan finansial. Hal ini tentunya ditunjang dengan pelayanan fasilitas kesehatan yang berkualitas.

Baca Juga : Kesembuhan Covid-19 Capai 82 Persen, Hari Ini Angka Kesembuhan Tambah 8 Pasien

Launching UHC  dimulai pukul 10.45 WIB setelah kedatangan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko di Kampung Lumbung, Junrejo, Kota Batu.  Acara lantas dibuka dengan sambutan dari Kepala BPJS Cabang Malang Dina Diana Permata.

Penerimaan bantuan JKN KIS ini diserahkan oleh Dewanti secara simbolik kepada perwakilan warga Kota Batu dengan memberikan mock up kartu BPJS Kesehatan. 

Menerima bantuan JKN KIS ini tentunya membuat warga Kota Batu merasa bahagia dan bersyukur. Seperti yang dirasakan  Ngasian, warga Beji, Karangjambi Kidul. “Saya merasa bangga. Alhamdulillah,” ujarnya.

Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Malang dan Wali Kota Dewanti Rumpoko.

Ngasian pun memiliki pengalaman kala belum memiliki BPJS Kesehatan. “Anak saya dulu itu kena musibah di masjid. Temannya jatuh dari pagar. Anak saya ketibanan (tertimpa) sampai operasi,” ujarnya. 

Ngasian mengatakan, saat operasi sang anak, dia menghabiskan biaya Rp 30 juta lantaran harus memasang pen di kaki. 

Kini ia pun bersyukur bisa segera membawa sang anak ke rumah sakit untuk melepas pen di kaki bekas kecelakaan kala itu. 

Rasa syukur pun disampaikan oleh Sutikno, warga Jalam Makam, Beji, Kota Batu. “Sangat senang. Saya sangat bersyukur," ujarnya.

Baca Juga : Kota Batu Bertahan di Zona Oranye, Kasus Positif Covid-19 Tambah 5

Sutikno lantas mengaku baru pertama mendapatkan bantuan JKN KIS ini. Ia juga menilai  program ini nantinya akan membantu untuk memfasilitasi kesehatan dengan baik.

Perlu diketahui, sebelumnya Dewanti berharap sisa penduduk Kota Batu yang belum ter-cover BPJS Kesehatan per 1 Oktober bisa didaftarkan. Hal ini dilakukan agar seluruh penduduk Kota Batu memiliki kepastian jaminan kesehatannya. 

Hingga akhirnya, harapan itu terwujud pada per 1 Oktober telah ditambahkannya penduduk yang belum terdaftar BPJS Kesehatan sejumlah 58 ribu jiwa.  Sehingga total penduduk Kota Batu yang ter-cover program JKN KIS dengan pembiayaan dari APBD Kota Batu sejumlah 74.017 jiwa.

Dengan memiliki JKN KIS ini, warga Kota Batu tidak akan dipungut biaya saat berobat atau rawat inap di rumah sakit.