Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar webinar internasional bertema Smart Green University: Implementation Waste Manajemen Towards Sustainable Development of Green Campus, Selasa (13/10/2020).

Webinar tersebut menghadirkan beberapa ahli di antaranya Prof Zainal Arifin Hasibuan PhD (Ketua Umum APTIKOM), Audy K. Siddieq SE MM (CEO KORINA Grup), dan Jang Kyu Sik (CEO Urano Tech, South Korea).

Baca Juga : UIN Malang Bagikan Masker, Alat Tulis, dan Snack Sehat untuk Anak-Anak di Sekitar Kampus 3

Sementara pada opening speech diisi oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg, Dr Qurrotul Aini MT (Asisten Profesor Bidang Sistem Informasi Fak. Sains Teknologi UIN Jakarta), dan Prof Dr Suhono Harso Supangkat MEng (Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB).

Dikatakan Prof Haris dalam sambutannya, tema webinar internasional ini sangat sesuai dengan tema Dies Maulidiyah ke-59 UIN Malang, yakni Revolusi UIN Maliki menuju Smart Islamic University.

"Kita ingin di UIN Maulana Malik Ibrahim ada perubahan yang cepat dalam rangka untuk mengkonstruk sebuah lembaga pendidikan Smart dan Green Campus atau Islamic University," ucapnya.

Perubahan-perubahan yang ia maksud bukan hanya dalam bidang teknologi informasi dan sarana prasarana, akan tetapi lebih dari itu, perubahan-perubahan yang bersifat fundamental, yaitu mindset para keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim. Terutama dalam rangka untuk menunaikan tugas menjadi pelayan pengguna jasa pendidikan ini.

"Kita mulai dari pengembangan SDM yang kita yakini bahwa dengan pengembangan SDM ini akan berimplikasi kepada perkembangan yang lain," ungkapnya.

Kata pria asal Lamongan ini, rasanya sulit apabila berharap banyak perkembangan suatu lembaga apabila tidak dimulai dari perubahan-perubahan yang fundamental yakni sumber daya manusianya. Satu hal yang sudah ia usahakan yakni percepatan guru besar.

"Alhamdulillah dalam perkembangan waktu 3 tahun ini sudah bertambah sekitar 17. Yang sudah di-SK 13, 4 yang segera turun. Ada lagi selain 17 itu, ada 5 orang lagi ditambah dengan beberapa orang yang segera mengajukan menjadi guru besar. Kita perkirakan di pertengahan tahun 2021 UIN Maulana Malik Ibrahim punya 43 guru besar," bebernya.

Ini merupakan perkembangan yang cukup pesat. Melihat pada tahun 2017 UIN Malang hanya mempunyai 6 guru besar.

Baca Juga : Disdikbud Kota Malang Lakukan Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

"Kebijakan ini akan kita teruskan sehingga memenuhi syarat untuk menjadi Smart Islamic University," timpalnya.

Selain itu, Prof Haris juga ingin seluruh tenaga pendidik UIN Malang memiliki gelar doktor. Untuk itu pihaknya juga memiliki program percepatan penyelesaian studi S3 bagi para dosen.

"Mengapa ini perlu? Karena kualitas dari proses pembelajaran itu ditentukan oleh kualitas dari SDM itu. Kita harapkan dengan banyaknya para doktor maka diharapkan juga pelayanan dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat itu menjadi amat sangat berkualitas," tegasnya.

Hal ini juga sesuai dengan visi yang tercantum dalam statuta UIN Malang yaitu terwujudnya pendidikan tinggi integratif yang memadukan sains dan Islam yang bereputasi internasional.

"Reputasi internasional itulah menjadi amanat yang harus kita lakukan. Untuk menuju ke sana harus dilakukan revolusi SDM agar semua terpenuhi," pungkasnya.