Ilustrasi gendam (vicedotcom)
Ilustrasi gendam (vicedotcom)

Setelah lama tak terdengar kejahatan dengan modus gendam, kini aksi kejahatan yang membuat korbannya tak sadar tersebut kembali terjadi di  Malang. Kejadian terakhir menimoa Muhammad Rahman (24) yang harus kehilangan motor akibat digendam pada Sabtu (3/10/2020).

Saat itu, sekitar pukul 14.40 WIB, korban membawa sepeda motor Yamaha Vixion bernopol N 4403 EAR milik kakaknya, Muhammad Choirul Azwar (28), warga Pandanlandung, Wagir, Kabupaten Malang. Awalnya, Rahman berhenti di pinggir Jalan Trunojoyo, Batu, tepatnya di depan sebuah toko modern. 

Baca Juga : Maling Nekat, Motor Dekat Pos Polisi Disikat, Hanya Butuh 5 Detik Nyalakan Kontak

Di situ, Rahman tiba-tiba saja dihampiri oleh seseorang laki-laki yang tak ia kenal. Tanpa basa basi, laki-laki tersebut kemudian langsung mengajak korban berbincang dan seakan telah kenal sejak lama. Korban yang tak curiga lantas meladeni pembicaraan pelaku.

Setelah berbincang beberapa saat, pelaku mengatakan kepada korban jika ia akan membeli makan. Saat itu, pelaku mengajak korban untuk bersama membeli makanan.

Lantaran  tak mau saat diajak cari makan, pelaku kemudian meminjam kendaraan korban. Tanpa sadar dan tanpa bisa dikontrol, Rahman kemudian menyerahkan kunci motor kepada pelaku.

"Pelakunya ini sok kenal, sok dekat sama adik saya. Setelah itu adik saya diajak makan, tapi nggak mau. Pelaku kemudian pinjam motor, helm dan akhirnya dibawa. Entah bagaimana adik saya ini tiba-tiba seperti nggak sadar kemudian meminjamkan motornya," jelas Muhammad Choirul Azwar (28), Minggu (4/10/2020).

Sebelum membawa motor korban, pelaku saat itu mengatakan kepada korban untuk menunggunya. Sebab, pelaku beralasan lokasi ia membeli makanan tak jauh dari lokasi korban dan pelaku bertemu. Di situ, korban yang kadung kehilangan kesadaran hanya mengiyakan apa yang dikatakan pelaku.

Setelah lama menunggu, pelaku ternyata tak kunjung datang. Korban pun mulai perlahan sadar jika telah menjadi korban gendam. Rasa gelisah dan takut  kian menghampiri korban lantaran sepeda motor yang dibawa kabur pelaku gendam adalah milik kakaknya.

Baca Juga : Modus Sewa Mobil, Ujungnya Dijadikan Jaminan Utang-Piutang

Mengenai ciri-ciri pelaku gendam, korban tidak mengetahui pasti. Sebab, saat itu korban memang dalam kondisi yang tak sadar. Namun yang diingat, pelaku memiliki tubuh pendek dengan badan yang tidak terlalu kurus. Selain itu, korban juga mempunyai tutur bicara yang berlogat Padang.

"Pokoknya pelakunya jalan kaki waktu itu. Pakai baju apa, adik saya juga nggak ingat. Pasca-kejadian,  belum melapor ke pihak berwajib. Nunggu 24 jam dulu. Tapi habis ini segera lapor. Kalau untuk kerugian yang diderita kurang lebih sekitar Rp 15 juta," pungkasnya.