Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung berencana menghentikan segala bentuk pembelajaran tatap muka. Hal itu dilakukan setelah ada 4 lembaga sekolah setingkat SMA yang diketahui guru atau siswanya yang positif Covid-19.

Terakhir GTPP menemukan guru di salah satu Madrasah Aliyah yang positif Covid-19. Guru ini berinisial MH (34) warga Kecamatan Gondang.

Baca Juga : Update Covid-19 Kota Batu: Kini, Kecamatan Junrejo Seluruhnya Zona Merah

“Ini tenaga pendidikan yang sudah melakukan pembelajaran secara luring (tatap muka),” ujar Ketua GTPP Covid-19 Tulungagung melalui Jubirnya, Galih Nusantoro, Selasa (29/9/20) malam.

Selanjutnya pihaknya akan mengevaluasi proses pembelajaran luring yang dilakukan oleh MH. GTPP juga akan melakukan tracing dengan siapa saja MH kontak, termasuk dengan siswa yang diajarnya.

“Akan kita lakukan rapid pada seluruh civitas akademika (lembaga sekolah) sejumlah 126 orang,” terangnya.

Dari rapid yang telah dilakukan, 6 orang di antaranya reaktif dan 1 positif. Dengan adanya temuan baru itu, total 4 lembaga sekolah yang ada temuan positif Covid-19, pihaknya akan melakukan evaluasi secara keseluruhan proses pembelajaran luring.

Tidak menutup kemungkinan pembelajaran luring yang sudah berlangsung di beberapa sekolah akan dihentikan.

“Kita sudah mengumpulkan data, kita lakukan pemetaan, ternyata dari seluruh sampling yang kita lakukan kita temukan masing-masing ada kasus,” paparnya.

MH sendiri diduga tertular covid 19 saat melakukan perjalanan ke luar kota.

Padahal protokol kesehatan di sekolah tempat MH mengajar sudah cukup bagus. 

Baca Juga : Hingga Agustus, Klaim Biaya Penanganan Covid-19 di Malang Capai  Rp 24 Miliar

Untuk sementara, proses pembelajaran luring di sekolah MH dihentikan, sembari menunggu tracing dan pengumuman resmi dari ketua GTPP.

“Stop dulu,” jawabnya singkat.

Saat ini pihaknya masih menyusun hasil evaluasi terhadap pembelajaran luring yang sudah berlangsung.

Hasil dari evaluasi itu nantinya akan disampaikan langsung oleh ketua GTPP, yang dalam hal ini Bupati Tulungagung.

“Tentu akan disampaikan pada provinsi terhadap pembelajaran luring di sekolah,” kata Galih.

Data terakhir covid 19 di Tulungagung sudah ada 379 yang terkonfirmasi positif. 354 sudah dinyatakan sembuh, 9 diisolasi, 13 dirawat dan 3 meninggal dunia. Saat ini Tulungagung berada di zona kuning dengan persentase kesembuhan 93,4 persen.