Bupati Malang HM Sanusi saat menerangkan perkembangan kasus Covid-19 di wilayah pemerintahannya (Foto : Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi saat menerangkan perkembangan kasus Covid-19 di wilayah pemerintahannya (Foto : Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)

Keseriusan jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang dalam menekan angka penularan Covid-19, mulai menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, hingga Rabu (23/9/2020) kemarin, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Malang yang dinyatakan sembuh mencapai 774 pasien.

Baca Juga : Sebaran Covid-19 Tinggi, Sejumlah Jalan di Kota Malang Bakal Ditutup Lagi

”Saat ini angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Malang mencapai 87 persen. Itu data dari Dinkes (Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang),” kata Bupati Malang Sanusi.

Persentase tersebut, lanjut Sanusi, merujuk dari data jumlah pasien yang terpapar Covid-19 dibandingkan dengan total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. ”Beberapa hari belakangan ini, saya mendapat laporan jika jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Malang, tidak terlalu banyak mengalami penambahan,” lanjutnya.

Sebagai informasi, merujuk pada data terbaru yang dihimpun Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ada 881 kasus. Beralih ke data pasien Covid-19 yang meninggal, jumlahnya terpantau cenderung stagnan. Hingga Rabu (23/9/2020) ada 57 orang yang dinyatakan meninggal akibat terpapar Covid-19.

Artinya, sejauh ini dari total penduduk di Kabupaten Malang yang mencapai 2.619.975 jiwa, tinggal 50 orang yang masih berjuang sembuh dari virus yang diduga berasal dari Wuhan, China tersebut.

”Kami upayakan agar segera bisa sembuh. Dinkes dan petugas medis masih terus memantau kondisi mereka (pasien Covid-19, red),” ujar Sanusi.

Baca Juga : Ramai Soal Masker Scuba, Benarkah Tak Layak Halau Virus? Ini Penjelasannya!

Sekedar diketahui, para pasien Covid-19 yang masih dalam proses penyembuhan tersebut, rata-rata sudah diperkenankan untuk menjalani isolasi mandiri. Tercatat, hingga Rabu (23/9/2020) sudah ada 48 pasien yang menjalani isolasi di rumah. Sedangkan 2 orang pasien lainnya menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19.