(Foto: Spesial)
(Foto: Spesial)

Di tengah maraknya protes masyarakat Probolinggo tentang pelarangan masker scuba dan buff, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa merekomendasikan tipe masker yang aman dan benar saat berkunjung di pendopo Prasadja Ngesti wibawa, Kabupaten Probolinggo, Senin (21/9/2020) kemarin.

Dalam lawatannya, Khofifah menitipkan pesan kepada para relawan terkait alasan larangan penggunaan masker scuba dikarenakan kurang efektif menangkal penyebaran virus Covid-19. 

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Blitar Capai 526, Angka Sembuh Tinggi

“Terdapat jenis masker yang kurang aman dan menimbulkan masuknya virus Covid-19,” ungkapnya.

Informasi pelarangan menggunakan masker jenis scuba dan buff bukan tanpa sebab. Kedua jenis masker tersebut dinilai tidak efektif untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Padahal kedua jenis masker tersebut sering digunakan masyarakat selama pandemi. Dengan demikian, masyarakat harus selektif dan cermat dalam memilih serta menggunakan masker.

Larangan penggunaan masker scuba ini diterapkan di Jakarta. Peraturan ini diterapkan pada pengguna kereta rel listrik. Namun, sejak mencuatnya penerapan ini, belum berdampak terhadap peraturan penjualan masker scuba di Probolinggo.

“Pembeli rata-rata bilang terserah, pokok murah, itu yang menyebabkan masih banyak yang beli masker scuba,” ujar salah satu penjual masker yang berada di Jl Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Zulaiha (45).

Zulaiha menambahkan, jika dirinya sudah mengetahui peraturan pelarangan pemakaian masker scuba. Namun, dia tetap menjual masker dengan tipe scuba tersebut. “Sebagian besar masih mencari masker scuba, selain murah motifnya beragam,” imbuhnya.

Baca Juga : Pemakaian Masker Scuba Tak Dianjurkan, Wali Kota Malang Belum Berniat Beri Larangan

Terpisah, juru bicara Satgas covid-19 Kota Probolinggo Abraar HS Khuddah, dibandingkan dengan masker medis, masker kain kurang efektif dalam mencegah penularan Covid-19. Hal ini dikarenakan ada pori-pori dalam masker kain.

Abraar menyarankan untuk lebih baik menggunakan masker medis. Namun, jika tidak sanggup membelinya bisa melapisi maskernya dengan tisu. “Tisu dilipat menjadi tiga, kemudian masukkan ke sela-sela masker," ucapnya.

Dilansir dari detik.com, menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto, dalam keterangan tertulis, pada selasa (22/9/2020), menyampaikan, masker yang direkomendasikan itu ada tiga. Pertama, masker N95 yang bisa menyaring partikel yang berukuran besar hingga kecil. Kedua, masker kain, biasanya masker kain ini terbuat dari bahan yang ditenun rapat dan terdiri dari 2 hingga 3 lapisan untuk mengurangi penyebaran droplet virus Covid-19. Ketiga, adalah masker bedah, meskipun sekali pakai, masker bedah ini bisa melindungi hidung dan mulut dari droplet yang mengandung kuman ataupun virus.