Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Zaenuddin Jawahir saat menyuapi gelandangan. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Zaenuddin Jawahir saat menyuapi gelandangan. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Namanya tiba-tiba jadi perbincangan di jagad maya. Ya itulah Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Zaenuddin Jawahir.

Zaenuddin viral setelah dirinya secara terbuka mengutarakan keluhan pelayanan di Dinas Sosial. Kepala desa yang memasuki periode kedua ini mengungkapkan kekecewaannya karena pelayanan di Dinas Sosial tak seperti harapan semua orang.

Baca Juga : 3 Kali Operasi Yustisi, 42 Pelanggar Kena Razia dan Bayar Denda Total Rp 755 Ribu

Zaenuddin sendiri adalah kepala desa yang beralamat di RT 02 RT 01 Dusun Banjarsari Lor, Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan. Kakek tiga cucu dan tiga anak ini juga merupakan mantas supplier ikan gurami ke luar kota.

Di sela-sela jam dinasnya sebagai kepala desa, Zaenuddin juga masih menjual makanan secara online. Tidak heran jika di akunnya beberapa kali dia menawarkan makanan dengan sistem COD (cash on delivery). "Masih, saya masih jualan makanan online," kata Zaenuddin.

Sebagai warga Nahdliyin tulen, Zaenuddin tampak bangga menggunakan songkok berlogo NU. Foto dirinya menggunakan songkok itu lalu di-posting di berandanya.

"Saya warga NU biasa, (menjabat kades) karena sudah menjadi cita-cita saya berbakti untuk sesama. Itu tujuan saya," ujarnya.

Selama jadi kepala desa sejak tahun 2013, banyak prestasi yang dicapai Zaenuddin. Namun dia memilih tidak merinci satu per satu capaian itu dengan alasan butuh waktu ngobrol banyak untuk menjelaskan. "Program PTSL sejak bulan Maret 2020 telah berjalan sukses. Alhamdulillah," ungkapnya.

Dari penyampaian visi dan misi, Zaenuddin memenuhi janjinya bagi perkembangan pendidikan agama di desa yang dipimpinnya.

Sebagai kepala desa, dirinya seharusnya mendapat tunjangan berupa tanah bengkok desa seluas 4,2 hektare. "Sebagian atau tepatnya 1,2 hektare saya tasarufkan untuk kegiatan desa dan madrasah diniyah (TPQ) secara bergilir. Saya hanya menggarap 3 hektare," ucapnya.

Para pengguna Facebook banyak yang ingin tahu sosok kepala desa ini. Beberapa di antaranya me-reposting. Yang menarik, dalam satu foto, tampak Zaenuddin menyuapi gelandangan yang ditemuinya tak jauh dari rumahnya.

Baca Juga : Guru dan Siswa di Tulungagung Positif Covid-19, Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka?

"Itu tiga bulan lalu. Saat ada gelandangan lewat di depan rumah. Niat saya berbagi bersama," jelasnya.

Nama kades Banjarejo ini menjadi buah bibir di Tulungagung setelah mem-posting keluhannya di akun Facebook miliknya. "SUSAHNYA NEMUIN OKNUM PEJABAT TGUNG... BLASS ORA DUWE JIWA SOSIAL" tulis Zaenuddin dengan foto logo Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung.

Seakan mewakili keluhan banyak masyarakat yang mengalami hal yang serupa, postingan tersebut kontan menjadi ajang aspirasi dan dukungan. Berbagai persoalan juga mulai terungkap dalam thread komentar di bawahnya yang merespons keluhan terbuka Zaenuddin.

Saat dikonfirmasi, Zaenuddin megatakan postingan itu dilatarbelakangi pengalamannya saat berusaha mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warganya yang sangat membutuhkan.