GTPP terus melakukan tindakan antisipasi penyebaran Covid 19 (Joko Pramono / Jatim TIMES)
GTPP terus melakukan tindakan antisipasi penyebaran Covid 19 (Joko Pramono / Jatim TIMES)

Sebanyak 5 kasus baru menambah daftar panjang pasien Covid-19 di Kabupaten Tulungagung pada Jumat (18/9/2020). Mirisnya, 4 tambahan baru berasal dari tenaga pendidik dan 1 berstatus siswa berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.

Wakil Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro menjelaskan empat tenaga pendidik yang terkonfirmasi Covid-19 yaitu berinisial DWE asal Kecamatan Campurdarat, GFR asal Kecamatan Campurdarat, YUS asal Kecamatan Kauman, dan SRU asal Kecamatan Boyolangu. 

Baca Juga : Warga Keluhkan Tempat Hiburan Malam, Ternyata Pengusaha Tak Indahkan Panggilan Satpol PP

Mereka merupakan tenaga pendidik dari salah satu SMA di Kabupaten Tulungagung. Mereka diketahui terindikasi kena Covid-19 ketika menjalani pemeriksaan Rapid Test Diagnostic (RDT) di Puskesmas Campurdarat, sebagai syarat awal dalam memulai pembelajaran di sekolah.  

"Dari total 86 tenaga pendidik yang mengikuti pemeriksaan RDT, hasilnya 7 di antaranya reaktif. Kemudian ketujuh orang tersebut ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab, dan diketemukan 4 orang (DWE, GFR, YUS, SRU) positif Covid-19," jelasnya

Lantas, keempat tenaga pendidik yang terkonfirmasi Covid-19 ini langsung menjalani isolasi mandiri. Sedangkan menindaklanjuti temuan itu, tim surveilans langsung melakukan tracing terhadap  keempat tenaga pendidik tersebut. 

Hal ini dilakukan untuk mencegah sebaran Covid-19 semakin meluas. "Sementara, rencana tatap muka di-cancel dulu," katanya.

Sedangkan tambahan satu kasus terkonfirmasi Covid-19 baru lainnya, yakni masih berstatus siswa. Dia berinisial FEP asal Kecamatan Sendang. 

Perlu diketahui, FEP merupakan kontak erat kasus konfirmasi WPM (Senin, 14/9 lalu). Tim GTPP menyebut, pada Kamis (10/9) WPM belajar bersama dengan kelompok tatap muka (luring) yang terdiri dari 6 orang kawan termasuk FEP dan 1 guru.  

"Ketujuh kontak WPM tersebut langsung dilakukan pemeriksaan swab pada keesokan harinya yakni Selasa (15/9). Dan hasilnya, FEP positif Covid-19 (FEP) dan saat ini tengah menjalani isolasi mandiri," Jelasnya.

Baca Juga : Tetap Buka di Masa Pandemi, Kafe Backroom by Triangle Dikeluhkan Warga

Selain itu pihaknya juga melakukan tracing terhadap kontak erat HNA (15/9) yang merupakan salah satu anggota OSIS di sebuah SMK. HNA sempat mengikuti acara perpisahan sekolah.  

Dari tracing itu didapati sekitar 174 orang yang kontak erat dengannya. GTPP kemudian melakukan pemeriksaan RDT, hasilnya beberapa dinyatakan reaktif dan dikarantina.

“8 orang dinyatakan reaktif dan dikarantina sembari menunggu pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Galih.

Temuan ini, lantas membuat GTPP Covid-19 meminta para lembaga menjaga ketat protokol kesehatan Covid-19 saat menjalani luring. Termasuk wajib masker, cuci tangan, jaga jarak dan lainnya. Selain itu, juga mengimbau untuk memperhitungkan kondisi wilayah, ketika akan menjalani luring agar tidak muncul kasus / cluster baru.  

Selain kasus baru, di hari yang sama juga ada tambahan 5 pasien sembuh dari Covid-19. Tingkat kesembuhan Covid-19 Tulungagung masih relatif tinggi, 88,7 persen. Total pasien positif covid-19 sebanyak 347 orang, sembuh 308, 12 orang dirawat dan 24 orang diisolasi.