Ilustrasi
Ilustrasi

Unit Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Blitar mencatat adanya tren penurunan angka kasus kebakaran di tahun 2020 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan angka kasus kebakaran diduga salah satu dampak dari pandemi covid-19. 

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar, Andi Putra Sagita, mengungkapkan selama dua bulan terakhir, angka kebakaran di Kabupaten Blitar menurun drastis. Berdasarkan data yang dihimpun, pada bulan Juli hingga Agustus hanya terjadi 4 kasus kebakaran. Jumlah ini merupakan indikasi adanya penurunan karena biasanya dalam satu bulan ada 5 hingga 8 kasus kebakaran di Kabupaten Blitar. 

Baca Juga : Pelanggar Operasi Yustisi di Kota Malang Tertinggi di Jatim, Begini Respons Pemkot

“Terjadi penurunan dalam waktu dua bulan terakhir. Kemungkinan besar karena warga banyak di rumah saja, jadi tahu kondisi rumahnya kalau ada korslet atau kompor yang menyala. Efek lain dari aktivitas di rumah saja adalah kalaupun terjadi kebakaran di kondisi saat ini warga cepat melakukan penanganan dini dengan bergotong royong sebelum petugas datang ke TKP, jadi api bisa cepat dipadamkan,” ungkap Andi Putra.

Dikatakanya, kasus kebakaran terbanyak terjadi pada peralihan musim merupakan kebakaran lahan hutan dan lahan kosong. Kasus kebakaran lainya beragam  mulai dari kebakaran rumah hingga kebakaran kios.

“Terjadinya peristiwa kebakaran di lahan kosong maupun pemukiman warga dipengaruhi oleh kelalaian manusia dan faktor alam. Utamanya kelalaian manusia sendiri yang membersihkan lahan dengan cara dibakar dan membakar sampah. Sedangkan pada musim kemarau itu anginnya kering dan kencang. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk waspada potensi kebakaran di musim kemarau,” pungkasnya.