Aktivitas Swalayan Ikan di kawasan Tawangmangu, Lowokwaru, terlihat sepi sejak beberapa bulan terakhir. Pemerintah Kota Malang pun berencana akan mengalihfungsikan Swalayan Ikan pertama di Indonesia Itu sebagai galeri pameran produk-produk pertanian dan ketahanan pangan.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi menyampaikan, alih fungsi swalayan itu akan tetap disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. "Rencananya memang seperti itu, tapi masih belum dipastikan. Kalau tahun depan sudah tidak memungkinkan masuk anggaran karena waktunya mepet," katanya, Selasa (15/9/2020).
Baca Juga : Anggap Bisa Kurangi Sampah, DLH Kota Malang Genjot Rumah PKD
Perempuan berhijab itu menyampaikan, salah satu alasan alih fungsi Swalayan Ikan dikarenakan aktivitas jual beli yang menurun. Sehingga akan dilakukan formulasi baru untuk bisa meningkatkan pembelian produk-produk khas Kota Malang, terutama yang berkaitan dengan produk ikan dan produk pertanian pada umumnya.
Diah menjelaskan, pameran-pameran yang berkaitan dengan produk ikan dan produk pertanian pada umumnya itu juga bersifat sebagai pemasaran. Nantinya, masyarakat yang hendak mencari informasi mengenai produk pertanian dan ketahanan pangan bisa langsung mencari informasi di galeri tersebut. "Kalau mau mencari informasi tentang penjualan ikan atau produk lainnya masih tetap bisa di sana," terangnya.
Promosi secara tidak langsung dalam galeri pameran itu, menurut Diah, juga tidak menutup kemungkinan memberikan beberapa informasi berkaitan dengan produk yang dijual pelaku UMKM di Kota Pendidikan ini. Sehingga siapa pun yang berkunjung dapat mendapatkan informasi lebih mendetail.
"Kalau saat ini masih digunakan untuk beberapa kegiatan, termasuk jika ada pameran berkaitan dengan pertanian dan ketahanan pangan, sangat bisa dilakukan di sana," jelasnya.
Sebelumnya, Swalayan Ikan Tawamangu resmi dioperasionalkan pada 2016 lalu. Swalayan Ikan tersebut digadang-gadang sebagai swalayan ikan pertama di Indonesia. Berbagai produk olahan ikan maupun ikan segar dipasarkan di dalamnya.
Baca Juga : Puji Inovasi Salam Empat Jari Dispendukcapil Pemkab Blitar, Gubernur Jatim: Keren Sekali
Pada awal berdiri, kurang lebih sekitar 28 kelompok tani ikan tawar seperti gurami, patin, hingga lele memasarkan produknya di sana. Swalayan ini juga dilengkapi dengan 14 tempat pendingin ikan.
Selain itu, berbagai jenis olahan yang terbuat dari ikan, mulai dari keripik hingga frozen food, dipasarkan di sana. Produk yang dijual pun sebagian besar merupakan produk UMKM Kota Malang, namun juga dilengkapi oleh beberapa produk UMKM di Malang Raya.