Ilustrasi penipuan (Shutterstock/tss)
Ilustrasi penipuan (Shutterstock/tss)

Ada tiga oknum yang diduga melakukan aksi penipuan meminta suvenir kepada para pelaku usaha di Malang dengan mengatasnamakan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Namun, dua di antaranya justru melaporkan aksinya kepada polisi.

Laporan tersebut dilayangkan lantaran kedua oknum bernama Angga Pramista dan  Tina Purnamawati itu merasa ditipu pelaku lainnya, Randy Raysa Alinskie. Informasinya, Randy menjanjikan dua orang tersebut bisa masuk menjadi pegawai Disporapar Kota Malang.

Baca Juga : Nama Disporapar Dicatut Oknum Penipu untuk Minta Souvenir ke Pelaku Usaha

Hal tersebut dibenarkan Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Malang, Agung Buana. Dijelaskan. saat ini memang terdapat terdapat informasi bahwa dua dari tiga orang yang diduga melakukan penipuan tersebut melapor ke pihak kepolisian. Keduanya yakni Angga dan Tina.

Keduanya merasa ditipu Randy yang menjanjikan bisa memasukkan keduanya menjadi pegawai di Disporapar. Padahal, di Disporapar tidak pernah ada pegawai yang bernama Randy. Disporapar juga tidak pernah merasa melakukan penerimaan pegawai.

"Keduanya merasa juga sebagai korban atas apa yang dilakukan Randy terhadap mereka. Dan Randy ini ternyata menjanjikan mereka untuk bisa masuk menjadi karyawan Disporapar. Kami tidak tahu menjanjikan itu ada unsur uang atau lainnya. Kami juga kaget. Tina tiba-tiba telepon mau segera masuk. Padahal kami tidak pernah melakukan penerimaan," papar Agung.

Namun, pihak Disporapar belum akan mengambil langkah hukum. Disporapar berencana akan memanggil keduanya dulu Senin (14/9/2020) untuk meminta penjelasan terkait pencatutan nama Disporapar dalam aksi memintai suvenir kepada sejumlah pelaku usaha.

"Kami sudah hubungi, dapat nomornya dari pelaku usaha. Kami mau panggil ke kantor," ucap Agung.

Baca Juga : Oknum PNS Tulungagung Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Korban Lapor Polisi

Sementara itu, mengenai aksinya, pihak Disporapar sendiri mengetahui hal tersebut setelah terdapat laporan dari pelaku usaha yang mempertanyakan langsung mengenai benar tidaknya permintaan suvenir dari Disporapar.

Tiga orang mendatangi para pelaku usaha dan meminta suvenir dengan alasan akan menggelar sebuah event yang didalamnya ada pemilihan duta wisata. Bukan hanya satu pelaku usaha. Oknum tersebut diketahui menyasar beberapa pelaku usaha lain.

"Kalau event, kami sendiri sebenarnya tidak melakukan event apa pun. Kegiatan banyak dilakukan secara virtual. Kami minta masyarakat lebih hati-hati lagi dengan adanya oknum yang mengatasnamakan instansi," beber Agung.