Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Pembangunan megaproyek Islamic Center Kota Malang terus dikebut. Saat ini, progres pembangunan sudah mencapai angka 50 persen dan bakal selesai Desember mendatang.

Hal Itu disampaikan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso. Pria yang akrab disapa Sony itu menjelaskan jika pembangunan tahap pertama tersebut akan terus dikebut dan diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan. "Untuk Islamic Center ini sudah hampir 50 persen progresnya," katanya.

Baca Juga : Puji Inovasi Salam Empat Jari Dispendukcapil Pemkab Blitar, Gubernur Jatim: Keren Sekali

Sony menjelaskan, Islamic Center akan memiliki tiga masa bangunan, yaitu gedung serbaguna, asrama, dan masjid. Dalam tahap pertama ini, pembangunan dimulai dengan gedung serbaguna. Gedung tersebut mampu menampung hingga seribu orang dan bisa digunakan untuk berbagai kegiatan.

"Setelah jadi, gedung serbaguna tentunya sudah langsung bisa dimanfaatkan. Jika ada kegiatan disana sangat diperbolehkan, tapi tidak bisa untuk menginap," tambah pria berkacamata itu.

Dia juga menjelaskan jika Islamic Center akan dilengkapi dengan museum Al-Quran, sebagai salah satu wadah bagi masyarakat untuk belajar dan mencari pengetahuan baru. Sehingga selain untuk kegiatan keagamaan, Islamic Center juga bisa menjadi jujukan untuk edukasi serta berwisata. "Itu menjadi salah satu program dari Pak Wali Kota (Wali Kota Malang, Sutiaji; red)," terangnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang diunggah LPSE Kota Malang, nilai pagu paket pengadaan belanja konstruksi pembangunan Islamic Center tahap satu itu adalah sebesar Rp 54 Miliar atau tepatnya Rp 54.051.857.000 dengan nilai HPS paket sebesar Rp 53.727.736.627,28.

Pemenang tender adalah PT Mega Bintang Abadi dengan harga penawaran Rp 50.164.651.508,23. Kemudian Harga terkoreksi Rp 50.164.651.508,23 dan hasil negoisasi sebesar Rp 50.164.651.000,00.

Baca Juga : Wali Kota Kediri Paparkan Strategi Peningkatan SAKIP Menuju A

Gedung serbaguna tersebut didesain dengan luas 1.800 meter persegi. Gedung tersebut direncanakan memiliki beberapa macam fasilitas. Selain untuk tempat pertemuan juga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas lainnya.

Megaproyek Islamic Center itu sendiri sejak awal direncanakan bukan hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan saja. Melainkan juga diharapkan menjadi pusat edukasi. Karena selain masjid dan asrama, Islamic Center juga ditargetkan memiliki museum peradaban di semua agama.