Suasana doa bersama warga di pinggir rel kereta api Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang. (Foto : Adi Rosul /JombangTIMES)
Suasana doa bersama warga di pinggir rel kereta api Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang. (Foto : Adi Rosul /JombangTIMES)

Ada pemandangan unik di sekitar perlintasan rel kereta api di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang pada Kamis (10/9) malam. Ratusan warga di desa tersebut tampak menggelar doa bersama meminta keselamatan di pertengahan bulan Suro atau Muharram ini.

Kegiatan doa bersama minta keselamatan itu digelar sekitar pukul 20.00 WIB. Ratusan warga terlihat berkumpul di sisi selatan rel kereta api yang tepat berada di Dusun Subentoro, Desa Sumbermulyo. Doa bersama digelar dengan menghadap langsung ke sisi rel kereta. Setidaknya, jarak rel dengan lokasi warga berdoa kurang lebih 50 meter. 

Baca Juga : Kepada Sahabat Nabi Ini, Iblis pun Harus Berbuat Baik Mengantarkan ke Masjid Tiap Hari

Salah satu tokoh masyarakat Desa Sumbermulyo Hasan Rahmawan mengatakan, doa bersama di pinggir rel kereta api bertujuan untuk meminta keselamatan agar warga sekitar terhindar dari musibah saat melintas di perlintasan kereta api.

Pasalnya, kata Hasan, perlintasan kereta api di lokasi tersebut kerap memakan korban jiwa. Untuk itu, doa bersama tersebut diharapkan bisa menjadi tolak balak warga. Juga sebagai bentuk ikhtiar agar musibah tidak menimpa warga sekitar.

"Ini untuk tolak balak. Berharap agar senantiasa diberikan keselamatan saat perjalanan. Makanya kita ini adakan syukuran dan doa bersama minta keselamatan di sini," ujarnya saat diwawancarai di lokasi.

Disampaikan Hasan, doa bersama minta keselamatan di pinggir rel kereta api itu, rutin dilakukan warga sekitar. Acara doa bersama itu digelar setiap bulan Muharram atau bulan Suro. Acara doa bersama malam itu, merupakan sudah ke empat kalinya.

"Kenapa dilakukan bulan Suro ini. Karena masyarakat masih percaya bahwa bulan Suro itu bagusnya untuk doa bersama. Kalau ceritanya, bahwa nabi dan rasul itu mendapatkan pertolongan di bulan Suro," tandasnya.

Baca Juga : Kelicikan Iblis, Sembunyikan Niat Buruk di Balik Kebaikan Saat Beri Pertolongan pada Pria Tua Tunanetra

Selain doa bersama, Hasan juga berharap agar perlintasan kereta api di lokasi tersebut tetap dibuka untuk jalan umum. Perlintasan kereta api di Dusun Subentoro itu, kata Hasan, merupakan akses jalan yang sangat penting bagi warga setempat.

Banyak home industri di desa tersebut yang memanfaatkan jalan itu untuk menuju wilayah kota Jombang. Home industri di desa tersebut meliputi industri tahu dan lontong.

"Mengingat frekuensi atau intensitas perjalanan sini sangat padat sekali, banyak yang memanfaatkan jalan ini. Semoga pemegang kebijakan mendengar ini, saya berharap jalan ini tetap dibuka," pungkasnya.(*)