Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

Pemerintah bisa dibilang mati kutu atau tak memiliki kekuatan untuk mengontrol harga tembakau petani. Hal ini membuat harga tembakau petani ditentukan hukum pasar. Hal ini pula yang kerap membuat pemerintah tak mampu melakukan intervensi harga, saat tembakau anjlok dan membuat petani menjerit. 

Kondisi ini pula yang membuat  Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, angkat suara. Dirinya mengatakan, jika pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa terkait anjloknya harga tembakau, maka pihak swasta yang harus bergerak. 

Baca Juga : Paling Banyak Dicari, Studio Terluas Hanya di Apartemen The Kalindra Malang

"Tembakau bukan bahan pokok, makanya pemerintah tidak bisa memberikan intervensi. Penentu harga tembakau  kewenangan swasta atau pabrik rokok," katanya usai rapat paripurna di gedung DPRD, Rabu (9/9/2020).

Dhafir melanjutkan, dengan kondisi itu, pihak swasta atau pabrik rokok yang harus memberikan perhatian dan empati atas nasib petani tembakau.

“Saya berharap pabrik rokok memberikan empati kepada petani tembakau. Yakni dengan menstabilkan kembali harga tembakau agar petani tetap memiliki pemasukan,” harapnya.

Dhafir juga menjelaskan, jika naiknya harga cukai tidak bisa dijadikan alasan pabrik untuk membeli tembakau dengan harga murah. Sebab, di saat biaya cukai naik, harga rokok pun juga ikut naik.

“Jangan menjadikan alasan menurunkan harga tembakau karena harga cukai naik. Kenyataan di lapangan harga rokok juga naik,” ujarnya.

Dalam persoalan ini, lanjutnya, pemerintah hanya sebatas bisa memberikan pemahaman kepada pabrik. Mengingatkan pabrik agar sebisa mungkin peduli terhadap nasib petani. Sebab, tanpa petani, pabrik tidak mungkin bisa beroperasi.

“Di saat petani boikot tidak tanam tembakau, maka otomatis pabriknya akan gulung tikar. Karena bahan baku tembakau itu dari tembakau,” tegasnya.

Baca Juga : Promo Apartemen The Kalindra Malang: Cukup Bayar UTJ, Libur Bayar Setahun Free Kitchen Set

Ahmad Dhafir meminta kepada pabrik dan petani untuk saling menghormati. Saling mengerti kebutuhan satu sama lain agar tetap bisa saling menguntungkan. “Pabrik rokok juga kita hormati. Pabrik rokok juga menghormati petani yang menyiapkan bahan baku," tandasnya.