Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

Wali Kota Malang Sutiaji sempat mencetuskan ide pembuatan terminal kargo pada 2019 lalu. Keberadaan terminal kargo diyakini mampu menekan angka kemacetan di Kota Pendidikan ini. Namun sampai sekarang, rencana Itu belum juga direalisasikan.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, ada beberapa alasan mengapa rencana pembuatan terminal kargo itu belum direalisasikan. Salah satunya berkaitan dengan keterbatasan lahan di Kota Malang untuk bisa dijadikan sebagai terminal kargo.

Baca Juga : Lelang Jabatan Diikuti 27 ASN, Paling Banyak Peminat Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintah

"Sebenarnya siapa pun bisa menangkap potensi ini. Kabupaten Malang dengan wilayah yang luas kami harapkan bisa menangkap itu. Karena kami tidak memiliki lahannya," katanya.

Sutiaji menyebut, kawasan Mondoroko-Banjararum-Singosari merupakan kawasan yang tepat untuk bisa dijadikan terminal kargo. Namun sejauh ini ia memang belum menyampaikan usulan tersebut kepada bupati Malang.

"Masih belum, mungkin nanti. Karena proses terminal kargo itu pastinya juga panjang. Harus lihat penyusunan feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED)," ucapnya.

Dalam usulan yang dicetuskan, Sutiaji menyebut jika terminal kargo dapat dijadikan sebagai tempat untuk memarkirkan kendaraan besar seperti truk dan tronton. Kemudian produk yang akan didistribusikan dikirim menggunakan kendaraan yang lebih kecil seperti pikap.

Keberadaan terminal kargo diyakini mampu mengurai kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam tertentu. Sehingga, kendaraan berat tidak lagi memasuki area perkotaan. Rencana pembuatan terminal kargo itu pun diharapkan bisa bersinergi dengan seluruh wilayah Malang Raya.

Baca Juga : Kota Malang Sumbang 60 Persen Laju Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Selain terminal kargo, pembangunan ring road (jalan lingkar) yang mengoneksi antardaerah diharapkan bisa segera direalisasikan. Termasuk juga pengembangan moda transportasi masal sebagai solusi manajemen lalu lintas dan transportasi Malang Raya sangat penting untuk segera direalisasikan. Hal itu bukan hanya bertujuan mengurai kemacetan, namun juga sebagai bentuk sinergitas tiga pemimpin daerah di Malang Raya.