Salah satu korban tewas saat dievakuasi oleh petugas medis (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Salah satu korban tewas saat dievakuasi oleh petugas medis (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kecelakaan kerja di Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma, sekitar pukul 12.30 WIB, menyebabkan empat pekerja proyek tewas dan enam pekerja mengalami luka-luka.

Namun terkait kronologis pasti, Dr H Mustangin, Sekretaris Yayasan Unisma yang menaungi Rumah Sakit Islam (RSI) Unisama, ketika dihubungi menjelaskan, pihaknya belum mengetahui pasti kronologis kejadian. "Sementara saya tadi hanya dilapori saja adanya insiden ini, tapi informasi detailnya ada di lapangan," jelasnya.

Baca Juga : Bawa Hasil Ladang, Petani Geruduk BPN Desak Pengurusan Sertifikat Tanah Redis Dilanjutkan

Mengenai proyek pembangunan gedung tersebut, dijelaskan Mustangin, jika gedung tersebut digunakan untuk perluasan dari RSI Unisma. Proyek sendiri telah dimulai sejak awal tahun lalu. "Pelaksanaannya kira-kira sejak awal tahun. Pelaksana proyek namanya Dwi Ponggo apa Dwi Ponggo Seto kalau tidak salah," bebernya.

Ditanya terkait tindakan yang akan dilakukan pihak yayasan, Mustangin kembali menegaskan jika saat ini pihaknya masih menunggu laporan detail pihak pelaksana. "Masih menunggu laporan detail dari pelaksana, informasinya disatukan ke pimpinan proyek atau pelaksananya," bebernya

Sementara itu, sebelum kejadian jatuhnya lift proyek tersebut dikatakan Budi Santoso, Koordinator Keamanan RSI Unisma sempat terdengar gemuruh.

"Pengamatan dari keamanan belum tahu persis kronologinya. Tahu-tahu kita sudah mendengarkan sesuatu hal yang menggetarkan lingkungan sekitar (lingkungan RSI Unisma). Kita belum bisa memberikan informasi yang jelas, karena kita nggak tahu posisinya seperti apa," jelasnya.

Baca Juga : Usai Salat Dzuhur, Petugas Kebersihan Pasar Bareng Mendadak Meninggal Dunia

Namun mengenai korban, pihaknya tak menampik, jika terdapat korban meninggal dunia empat orang pekerja dan enam orang pekerja mengalami luka. Di situ ia menyebutkan jika terdapat satu orang yang selamat. "Ada empat meninggal dunia, enam luka, dan satu selamat," jelasnya.

Situasi lokasi kejadian jatuhnya para pekerja tersebut kini dalam kondisi terpasang garis polisi. Pagar pembatas proyek yang terbuat dari seng juga nampak tertutup rapat.  Tak nampak aktivitas lagi dari para pekerja yang menginap di lokasi proyek.