Proses pengkajian Syaichona Moh. Cholil sebagai pahlawan nasional di ruang rapat wakil bupati Bangkalan. (foto/istimewa)
Proses pengkajian Syaichona Moh. Cholil sebagai pahlawan nasional di ruang rapat wakil bupati Bangkalan. (foto/istimewa)

Pengkajian Syaichona Moh. Cholil oleh tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (P2GD) sebagai pahlawan nasional kembali dilakukan hari ini, Rabu (26/08/2020).

Proses pengkajian kali ini sudah mulai masuk tahapan pengumpulan data-data  Syaichona Moh Cholil. Pengkajian digelar di ruang rapat wakil bupati Bangkalan.

Baca Juga : BLT Batal Cair, BPJS Ketenagakerjaan: Banyak Perusahaan Belum Setor Rekening Karyawan

"Kalau sebelumnya masih bicara layak atau tidaknya Syaichona Moh. Cholil menjadi pahlawan nasional, saat ini kami sudah mulai pengumpulan data-datanya," ungkap Moh. Mohni, wakil bupati Bangkalan, usai melaksanakan rapat di Pemkab Bangkalan.

Mohni melanjutkan, sementara ini pihaknya bersama tim P2GD masih perlu banyak menggali data terkait Syaichona Moh. Cholil,  terutama dari buku-buku yang pernah ditulis olehnya.

Sehingga dia mengaku akan segera menyusun semua secepatnya, minimal tahun ini selesai. "Karena target kami tahun 2021 ini sudah turun gelar pahlawannya," kata dia.

"Karena, diakui atau tidak, sosok Syaichona Moh. Cholil ini merupakan tokoh yang juga pernah ikut andil dalam proses kemerdekaan melalui organisasi NU-nya," imbuh Mohni.

Senada dengan itu, KH Nasih Aschal yang juga sebagai anggota tim P2GD mengungkapkan bahwa saat ini masih proses pengumpulan materi-materi tentang pengusulan Mbah Cholil  sebagai pahlawan nasional.

Baca Juga : DPRD Banyuwangi Ungkap Dugaan Pemalsuan Data Pengurusan IMB Swalayan

"Saat ini kami bersama tim masih tahap penyusunan materi-materi. Nanti kalau sudah lengkap, baru kami akan usulkan ke Kementerian Sosial," ujar Nasih.

Diketahui, dalam usulan gelar kepahlawanan ini, yang menjadi leading sector adalah Dinas Sosial. Sehingga dalam pengkajian hari ini, turut hadir sejulah tim yang masuk dalam tim P2GD. Di antaranya keluarga Syaichona Moh. Cholil, Nasih Aschal, ketua PC NU, Bakesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinsos, Dinas Perpus dan Arsip, serta Balitbangda (Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah).