Ilustrasi salah satu wisata yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi salah satu wisata yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Selama hampir 3 bulan paska diberlakukannya masa tansisi dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) menuju New Normal Life. Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang sudah memberikan sekitar 10 rekomendasi kepada pihak pengelola wisata, agar kembali beroprasi selama pandemi Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat ditemui media online ini di Pringgitan Pendapa Agung pada awal pekan lalu.

Baca Juga : Wisatawan Berdatangan di Malang, Polresta Kerahkan Ratusan Personel di Perbatasan

”Sertifikat rekomendasi yang kita keluarkan masih belum terlalu banyak, hanya sekitar 10-an. Para pengelola wisata yang sudah kami berikan rekomendasi itu, sudah kami izinkan untuk kembali beroperasi,” kata Made.

Diterangkan Made, surat rekomendasi tersebut juga berupa pemberitahuan untuk masyarakat maupun pengunjung, yang berisikan keterangan tentang objek wisata. Di mana, objek wisata yang mendapatkan surat rekomendasi tersebut, sudah dicek oleh tim Satgas (Satuan Tugas) sektor wisata, dan dinyatakan layak kembali beroperasi.

”Kebanyakan teman-teman di lapangan ini sebenarnya masih takut untuk kembali membuka objek wisata yang mereka kelola. Jadi kami tidak bisa menyalahkan, apalagi mereka (pelaku wisata, red) inikan juga mempertimbangkan kondisi saat ini yang masih pandemi,” ungkap Made saat menjelaskan alasan kenapa hanya 10 surat rekomendasi yang diberikan oleh Disparbud Kabupaten Malang.

Untuk itu, lanjut Made, pihaknya bersama dengan Satgas sektor wisata siap membantu para pengelola untuk memenuhi ketentuan SOP (Standar Operasional Prosedur).

”Makanya saya sampaikan kepada para pengelola wisata agar tidak usah ragu. Namanya saja kan new normal, model baru, jadi harus diuji coba dulu. Kalau tidak diuji coba kan kita tidak akan mengerti mana saja yang kurang,” ungkap Made.

Setelah gencar melakukam sosialisasi, terpantau sudah ada beberapa pengelola yang mengajukan rekomendasi agar diperkenankan kembali beroperasi. Di mana, para pengelola wisata yang baru saja mengajukan itu, merupakan objek wisata alam dan buatan.

”Khusus untuk objek wisata pantai statusnya tetap uji coba, karena kan melibatkan orang banyak. Tapi sejauh ini sudah ada sekitar 20-an objek wisata yang mengajukan rekomendasi kepada kita,” terang Made.

Baca Juga : Wisatawan Melonjak, Malioboro Dijaga Ketat Polisi dan Satpol PP hingga Minggu

Dari hasil peninjauan sementara, sekitar 20 objek wisata tersebut dinyatakan layak kembali beroperasi. Alasannya, karena SOP dan protokol kesehatan mulai dari penyediaan tempat cuci tangan, pengeras suara untuk imbauan mengenakan masker dan physical distancing, hingga pengecekan kesehatan wisatawan di pintu masuk, dan tempat isolasi darurat juga sudah tersedia.

”Subsatgas wisata itu terdiri dari beberapa personel gabungan. Mulai dari Disparbud, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, kepolisian, TNI, hingga Dinkes Kabupaten Malang. Saya ajak semuanya dan semua unsur yang terlibat dalam Subsatgas itu sudah memberikan saran untuk memenuhi ketentuan SOP di lokasi wisata tersebut,” ungkap Made.

Meski puluhan objek wisata sudah diperkenankan untuk kembali beroprasi, lanjut Made, namun hingga kini pihaknya bersama Satgas sektor wisata terus memantau kondisi SOP dan protokol kesehatan yang ada di objek wisata.

”Sampai dengan saat ini tidak ada objek wisata yang ditutup setelah diizinkan kembali buka, karena pihak pengelola sendiri juga memiliki keinginan dan selalu berupaya untuk memenuhi ketentuan SOP tersebut,” pungkasnya.