Pelajar SMP saat ujian di SMPN 1 Batu sebelum pandemi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pelajar SMP saat ujian di SMPN 1 Batu sebelum pandemi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Tahun ajaran 2019/2020 angka pelajar putus sekolah di Kota Batu mencapai 52 siswa SD/SMP. Salah satu faktor putusnya sekolah ini adalah pernikahan dini.

Dari 52 siswa SD-SMP itu terdiri dari 44 pelajar dari tingkat SMP, dan 8 pelajar dari tingkat SD. Meski demikian angka itu tergolong ada penurunan jika dibandingkan pada tahun ajaran sebelumnya. 

Baca Juga : Diktis Apresiasi UIN Malang Tetap Perhatikan Kualitas Dosen di Tengah Pandemi

Sebab pada tahun ajaran 2018/2019, ada 105 pelajar yang putus sekolah. Yakni, ada 90 pelajar tingkat SMP dan 15  siswa SD. Dengan demikian pada tahun ini ada penurunan sekitar 50 persen.

“Ada beberapa faktor hingga anak ini putus sekolah di Kota Batu. Salah satunya karena menikah dini,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih.

Faktor lainnya lantaran lebih memilih untuk bekerja. Lalu memilih untuk home schooling, sakit, hingga melanjutkan di pondok. 

“Meski demikian, setiap tahunnya kami berupaya untuk menekan angka putus sekolah di Kota Batu. Ada juga sebelumnya karena faktor ekonomi. Tapi sekarang itu tidak bisa menjadi alasan lagi,” imbuhnya. 

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan langkah persuasif untuk menekan angka putus sekolah. Salah satunya dengan turun langsung ke lapangan mendatangi orang tua murid.

Baca Juga : Tulungagung Resmi Masih Larang Belajar Tatap Muka

“Untuk selama ini cara kami beberapa bisa berhasil, pelajar ini mau sekolah lagi meskipun tidak bertahan lama. Sempat ada yang mogok lagi,” tutupnya.