Wakapolresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanyto (baku hitam) saat memberikan pengertian kepada anak dan kerabat pasien yang mengabaikan prosedur pemakaman dan protokol kesehatan (Ist)
Wakapolresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanyto (baku hitam) saat memberikan pengertian kepada anak dan kerabat pasien yang mengabaikan prosedur pemakaman dan protokol kesehatan (Ist)

Video viral di media sosial terkait keluarga pasien yang nampak ingin mengambil paksa dan membuka kantong jenazah serta menciuminya, terjadi di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen di kawasan Kecamatan Sukun.

Polresta Malang Kota juga membenarkan adanya kejadian persitegangan dengan pihak keluarga yang ingin mengambil jenazah kerabatnya. Dari informasi, warga yang meninggal tersebut merupakan tokoh agama salah satu pendiri masjid. Diketahui warga tersebut berinisial BB (58) warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

Baca Juga : 14 Pasien Covid-19 di Kota Batu Meninggal, 176 Warga Terkategori Suspect

Kasat Intel Polresta Malang Kota, Kompol Sutiono, menjelaskan, jika saat itu memang jenazah akan dibawa pulang oleh pihak keluarga. Bahkan salah satu orang juga membuka kantong jenazah dan menciuminya. Aksi tersebut kemudian dicegah oleh petugas medis maupun aparat.

"Namun setelah kami beri pengertian, pihak keluarga akhirnya menerima dan mengikuti protokol kesehatan. Keluarganya akhirnya juga saya berikan APD," jelasnya, Senin (10/8/2020).

Setelah dimandikan di rumah sakit, dan dilakukan prosedur penanganan jenazah, kemudian disalati di masjid dengan protokol kesehatan yang ketat. Saat disalati, kondisi jenazah masih di dalam peti. Peti jenazahpun saat itu masih berada di dalam jenazah.

"Posisinya di dalam mobil. Mobilnya sendiri di halaman masjid. Kemudian kacanya dibuka, setelah itu dilakukanlah salat jenazah," imbuh Kasie Humas Polsek Kedungkandang, Bripka Arif Hermawan.

Sambung Sutiono lagi, setelah dilakukan salat jenazah, kemudian langsung dibawa menggunakan ambulan menuju lokasi TPU Buring untuk dimakamkan.

Baca Juga : Malang Raya Hadapi Musim Dingin, Paparan Covid-19 Ancam Lansia

"Alhamdulillah pihak keluarga memahami, mengerti dan menerima untuk dimakamkan sesuai protokol kesehatan. Bapak Waka Polres juga sampai datang ke lokasi, memberikan pengertian kepada pihak anak maupun kerabat yang menciumi jenazahnya," bebernya.

Sebelumnya, video aksi pengambilan jenazah pasien probable tersebut sempat viral di media sosial dan menjadi perbincangan para netizen. Dalam video menampakkan seorang laki-laki berpeci putih membuka kantong jenazah kerabatnya dan menciumi jenazahnya.