Bupati Jombang Mundjidah Wahab bersama Mendes-PDTT RI Abdul Halim Iskandar (Foto: Dokumentasi Bagian Humas dan Protokol Setdakab Jombang)
Bupati Jombang Mundjidah Wahab bersama Mendes-PDTT RI Abdul Halim Iskandar (Foto: Dokumentasi Bagian Humas dan Protokol Setdakab Jombang)

Pemerintah Kabupaten Jombang menerima kunjungan kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDTT) Republik Indonesia. Di kesempatan itu, Bupati Jombang Mundjidah Wahab memaparkan perkembangan pembangunan daerah, terutama yang ada di desa.

Mendes-PDTT RI Abdul Halim Iskandar datang ke Jombang dalam rangka kunjungan kerja pada Sabtu (8/8) siang. Jajaran Pemerintah Kabupaten disambut di Gedung Bung Tomo kantor Pemkab Jombang. Penyambutan menteri putra daerah kota santri itu, dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Mundjidah Wahab beserta jajaran pemerintah daerah, dan Ketua DPRD Jombang Mas'ud Zuremi, serta unsur pimpinan Forkopimda Jombang.

 

Baca Juga : Bupati Sanusi Cuti saat Pilkada, Sekda: Pjs Kita Serahkan ke Provinsi

Sambutan hangat diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang kepada Mendes-PDTT Abdul Halim Iskandar di kala itu. Meski sambutan kunjungan kerja menteri ini di masa pandemi, pihak Pemkab Jombang tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti mengatur jarak aman antar tamu undangan dan pemakaian masker hingga pengecekan suhu tubuh tamu yang hadir.

 

Sambutan penuh kekeluargaan juga disampaikan Bupati Jombang Mundjidah Wahab kepada Mendes-PDTT Abdul Halim Iskandar. Mundjidah menyapa Halim dengan sebutan cucu terganteng. Sontak saja, suasana di ruang pertemuan itu menghangat.

 

"Menteri desa ini adalah cucu saya yang paling ganteng, yang tetep awet muda. Alhamdulillah dapat bersilaturahmi dengan seluruh jajaran aparatur di lingkup Pemkab Jombang. Di tengah kondisi masih mewabahnya Covid-19, dan alhamdulillah proses kesembuhan pasien terus meningkat. Pemerintah Kabupaten Jombang tetap dapat melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, semoga semuanya diberikan kesehatan dan Covid 19 segera diangkat oleh Allah SWT," ucap Mundjidah pada sambutannya.

Pada kesempatan itu pula, Mundjidah memaparkan progres pembangunan Kabupaten Jombang, sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah tahun 2020. Yang visinya adalah Bersama Mewujudkan Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

Ia menyampaikan, program-program inovatif sektor pelayanan publik seperti Bupati Melayani Warga (Bulaga) hingga progres pembangunan infrastruktur sejak 2014.

 

"Pelebaran jalan dan pembangunan jalan sudah halus semua. Sudah cor semua. Pun demikian dengan pelebaran Jalan Wonosalam. Termasuk perencanaan pembangunan stadion bertaraf nasional, juga pembangunan pasar daerah," bebernya.

 

Bupati perempuan pertama Jombang ini, juga menyinggung soal perkembangan nilai Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Jombang. Di mana, kini sudah mencapai Rp 280 miliar 150 juta, dengan capaian realisasi sudah 79, 53 persen. Hingga penyaluran Bansos dan terwujudnya kemandirian desa disampaikan oleh Mundjidah ke Halim.

 

Baca Juga : Di Depan Mendagri, Khofifah Sebut Angka Investasi di Jatim Meningkat

"Sudah ada 14 desa mandiri dan sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Kabupaten Jombang. Kabupaten Jombang siap menjadi pilot project program-program dari Kementerian Desa," kata Mundjidah.

 

Sementara, Mendes-PDTT RI Abdul Halim Iskandar mengungkapkan kebahagiaannya bisa bersilaturahmi di tanah kelahirannya. Ia juga bercerita soal karir politiknya yang dimulai dari nol di Jombang.

 

"Apalagi saya berbicara di hadapan Bupati Jombang, mbah (nenek, red) saya. Politisi yang tak kenal waktu mulai gadis sampai gadis lagi. Meski usianya sudah sangat lumayan, tapi beliau masih sehat. Mari kita doakan beliau selalu sehat. Kesehatan beliau menjadi faktor penting bagi kelangsungan pembangunan Pemerintah Kabupaten Jombang. Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab ini adalah represi pesantren yang menjadi orang pertama di Kabupaten Jombang. Bupati di Jawa Timur yang paling cantik menurut saya adalah beliau," puji Halim ke Mundjidah saat memberikan sambutan.

 

Di kesempatan itu, Halim menjabarkan soal perkembangan terkini penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang telah mencapai 99 persen. 

"Proyeksi penggunaan Dana Desa hingga Desember 2020, masih membutuhkan alokasi anggaran hingga Rp 53 miliar untuk desa-desa yang telah habis disalurkan," ungkap mantan Ketua DPRD Jombang itu.

Ke depan, lanjut Halim, alokasi Dana Desa bakal lebih difokuskan pada pengadaan masker. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo. 

"Kita akan melakukan Gerakan Masih Pengadaan masker yang diproduksi oleh desa tapi sosialisasi dan gerakan pembagian masker ke rumah-rumah dilakukan oleh ibu-ibu PKK," ujar kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin itu.(*)