Simulasi pernikahan di tengah pandemi covid-19 di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Simulasi pernikahan di tengah pandemi covid-19 di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Menggelar pesta pernikahan di saat pandemi covid-19 belum berakhir menjadi satu hal yang masih perlu pengetatan. Pasalnya, penyebaran virus yang cukup meluas membuat setiap masyarakat harus waspada.

Hal itulah yang ditunjukkan dalam acara simulasi wedding yang digelar di Ibis Hotel Malang hari ini (Rabu, 4/8/2020). Protokol kesehatan pencegahan covid-19 harus dilaksanakan dengan tertib.

Baca Juga : Ada 2.279 Bayi Alami Stunting di Kota Batu, Fokus Penanganan di 5 Desa/Kelurahan

Bahkan dalam hal ini, Satgas Covid-19 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang turut memantau jalannya simulasi. Tujuannya tak lain untuk memastikan prosesi pernikahan sesuai dengan protokol yang ada dan siap untuk digunakan.

Dari pantauan MalangTIMES, pengantin dan para tamu memang telah memakai perlengkapan pencegahan covid-19. Mulai dari sarung tangan, memakai masker, hingga face shield. Kemudian proses masuk, untuk para tamu, juga telah diberlakukan jaga jarak atau physical distancing.

Meski begitu, Dinkes Kota Malang menilai masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang yang juga  Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif.

"Ini pertama kegiatan sosial yang ada di hotel. Ini pun baru simulasi. Sehingga kami tekankan di awal karena sudah ada Perwal No 19 Tahun 2020, kemudian juga ada perubahan Perwal No 26 Tahun 2020, di situ sudah jelas apa yang harus disiapkan bagi mereka yang akan melakukan kegiatan," ungkapnya.

Beberapa catatan yang perlu diperbaiki oleh penyelenggara untuk memaksimalkan pernikahan di hotel sesuai protokol kesehatan pencegahan covid-19 yakni perihal physical distancing di area ruangan. Di antaranya, berkaitan dengan tim dokumentasi yang harus diatur agar tidak bergerombol. Kemudian, jarak kursi yang digunakan untuk akad nikah harus sesuai batas minimal jarak satu meter.

"Tetap kami sampaikan sekalipun nanti ada dokumentasi ataupun apa, harus physical distancing itu dijaga. Kapasitas sudah 50 persen dari ruangan ya. Dari 50 orang, yang diperbolehkan 25, itu untuk akad nikahnya. Cuma tadi pada saat akad nikah kursi masih berdekatan. Harus jaga jarak minimal 1 meter," jelasnya.

Hal lain yang juga disoroti mengenai area pintu masuk dan keluar baik bagi tamu undangan dan pengantin. Dalam hal ini, Husnul menyebut setidaknya untuk meminimalisasi kerumunan massa, antara pintu masuk dan pintu keluar dibedakan.

"Tadi masuknya masih satu pintu. Di bawah sana. Jadi, antara tamu hotel yang keluar dan undangan yang masuk itu belum ada perbedaan. Itu yang akan kami evaluasi. Jadi, harus dua pintu agar tidak saling ketemu," paparnya.

Lebih lanjut, sistem pengawasan nantinya juga akan dilakukan berkaitan dengan penyelenggaraan pernikahan di Kota Malang. Mulai dari persiapan, prosesi, hingga pasca-acara.

Baca Juga : Keluarga 7 Pasien Positif Covid-19 Isolasi Mandiri, Ini yang Dilakukan Pemdes Kesemek

Apabila dalam pelaksanaan tidak sesuai dengan aturan perwali, bukan tidak mungkin  kegiatan diharuskan bubar. "Manakala tidak sesuai dengan Perwal No 19 Tahun 2020, maka salah satu sanksinya diminta untuk membubarkan kegiatan. Sehingga tadi kami perhatikan mulai awal titik-titik kerawanan apa yang bisa menimbulkan kerumunan itu kami sampaikan kepada penyelenggara," tandasnya.

Sementara,  General Manager Ibis Hotel Ina Rianawati menyampaikan, kegiatan simulasi wedding yang digelar tersebut sebagai satu bentuk untuk mengetahui apa saja yang masih perlu diperbaiki.

Sehingga bagi masyarakat, khususnya di Kota Malang, yang ingin menggelar acara pernikahan, tidak perlu ada kekhawatiran karena pihaknya akan menyiapkan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

"Jadi, hari ini simulasi wedding untuk mengetahui apa saja yang perlu kami perbaiki. Karena to be honest, kami belum berani membuka event yang besar. Makanya kami melaksanakan ini, nanti apa saja yang harus kami perbaiki," ungkapnya.

Untuk selanjutnya, salah satu hal mengenai kerumunan bagi orang-orang, pihaknya juga akan lebih memperketat. Hal itu berkenaan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang memang harus dilaksanakan.

"Ke depannya sebelum memulai acara, kami akan melakukan briefing dulu. Kalau ada yang missing dan lain-lainnya, itu kami koordinasikan dulu. Termasuk jika nanti bekerja sama dengan event organizer (EO) pun harus menyinkronkan apa saja yang harus dilakukan baik dari kita sendiri pun dengan EO," katanya.