Sejumlah pengurus DPC Partai Berkarya saat menggelar pertemuan di rest area Jubung (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Sejumlah pengurus DPC Partai Berkarya saat menggelar pertemuan di rest area Jubung (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, Partai Berkarya Kabupaten Jember bergolak. Puluhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Berkarya tingkat Kecamatan menyatakan mosi tidak percaya terhadap pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Jember.

Puluhan pengurus DPC menilai, keberadaan DPC Partai Berkarya selaku ujung tombak di tingkat Kecamatan tidak pernah dilibatkan dalam setiap keputusan partai. Tidak hanya itu, sejak usai Pemilu 2019 lalu, DPD Partai Berkarya juga tidak pernah mengumpulkan DPC yang ada di Jember.

Baca Juga : 328 PPD dan 60 Panwascam Se-Kabupaten Tuban Rapid Test sebelum Tugas

“Komunikasi partai seperti tertutup, sejak paska Pilpres. Tidak pernah ada komunikasi maupun konsolidasi, DPD terkesan berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, keberadaan keuangan partai juga tidak pernah ada keterbukaan,” ujar Eko Agus S selaku Ketua DPC Partai Berkarya Kaliwates, Sabtu (11/7/2020).

Selain itu, DPD juga tidak pernah memberikan SK DPC sejak partai ini mengikuti verifikasi faktual sebelum Pemilu 2019 lalu. “Sejak dilakukan verfak sebelum pemilu 2019 lalu, seluruh DPC se-Kabupaten Jember tidak pernah mendapat SK DPC secara fisik. Intinya pengurus DPD beserta jajarannya tidak pernah mengayomi dan mengakomodir struktur pengurus DPC sehingga terkesan berjalan sendiri-sendiri,” beber Eko.

Acara yang dihadiri oleh 28 pengurus DPC Partai Berkarya ini, juga sepakat jika perlu dilakukan pergantian pengurus DPD, karena kepengurusan DPD yang ada saat ini, tidak ada transparansi keuangan kas Partai.

“Kita tidak pernah tahu karena tidak pernah ada laporan bagaimana kondisi keuangan kas partai, baik kas yang bersumber dari anggota DPRD maupun yang bersumber dari dana Bantuan Politik. Oleh karenanya kami dari Forum DPC Partai Berkarya sepakat untuk menggelar pemilihan ketua DPD yang baru,” pungkas Eko.