Heri Cahyono atau yang akrab disapa Sam HC di sela-sela acara Times Talk di Studio MalangTimes, Jumat (3/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Heri Cahyono atau yang akrab disapa Sam HC di sela-sela acara Times Talk di Studio MalangTimes, Jumat (3/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

Satu-satunya pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 dari kalangan independen yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko telah menyatakan kesiapannya dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 dengan penyusunan visi misi dan tim yang cukup lengkap. 

Heri Cahyono atau yang akrab disapa Sam HC yang juga merupakan penggerak Malang Jejeg menyebutkan bahwa dirinya telah menghabiskan setidaknya Rp 5 milyar untuk proses menuju Pilkada Kabupaten Malang 2020 dan itu seluruhnya berasal dari kantong pribadinya. 

"Jadi begini, sampai hari ini saya sudah menghabiskan 5 Milyar dari kantong pribadi saya," sebutnya ketika dalam sesi Times Talk di Studio MalangTimes, Jumat (3/7/2020). 

Sam HC mengungkapkan bahwa nantinya akan membuka rekapan data keuangan secara keseluruhan kepada masyarakat terkait biaya yang keluar dalam momentum Pilkada Kabupaten Malang 2020. Hal ini juga sebagai salah satu upaya terwujudnya transparansi keuangan sejak dini. 

Dalam prosesnya, Malang Jejeg juga banyak menerima bantuan-bantuan lain dari para simpatisan dan juga pejuang Malang Jejeg berupa selain uang yakni berupa tenaga, doa dan sebagainya.

"Jadi kita akan umumkan berapa biaya yang keluar dari kita, kita akan open ke masyarakat. Kemudian ada sumbangan-sumbangan dari para pejuang yang tidak bisa disebutkan karena ribuan, yang sumbangannya dalam bentuk tenaga, doa dan sebagainya yang tidak bisa dinilai dengan uang," jelasnya.

Untuk menjamin agar tidak adanya gerakan-gerakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Kabupaten Malang, Sam HC akan membuat surat kesepakatan yang ditandatangani di atas materai dan disaksikan oleh masyarakat banyak untuk segala bentuk bantuan yang telah diberikan oleh seluruh pihak ke Sam HC tidak boleh mengharapkan pamrih atau kembalian. 

Terkait hal tersebut merupakan upaya menjaga integritas dan kepercayaan antara Sam HC secara pribadi maupun nantinya jika menjadi bupati dengan masyarakat, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

"Terakhir saya akan membuat dan saya pimpin ada tandatangan di atas materai bahwa seluruh perjuangan kita bentuknya materi dan non materi  tidak boleh harap kembalian dalam bentuk apapun," tandasnya. 

Terkait selama ini pejabat publik rawan dengan gratifikasi, Sam HC menegaskan bahwa jika dirinya terpilih sebagai Bupati Malang tidak akan menerima segala bentuk traktiran dari seseorang maupun sogokan, suap dan lain sebagainya. 

"Ngene ae sampean traktir kopi aku saiki (Gini aja, anda traktir kopi saya sekarang, red), sebelum menjadi bupati. Nanti kalau sudah jadi bupati, saya tidak akan mau ditraktir siapapun. Aku nduwe duek dewe rek (Aku punya uang sendiri). Jangan coba untuk nyuap dan sebagainya," pungkasnya.

Sementara itu, Sam HC menilai Kabupaten Malang tidak cukup dipimpin oleh sosok yang hanya memanfaatkan uang atau materinya untuk mengelola Kabupaten Malang. Tetapi juga keahlian dalam hal manajemen tata kelola pemerintahan juga harus dimiliki dengan luasnya wilayah Kabupaten Malang.

Sementara itu, saat diminta pendapat tentang kepemimpinan di Kabupaten Malang saat ini, Sam HC mengapresiasi dengan tetap memberi kritik.

"Beliaunya (Bupati Sanusi, red) santri, sementara Kabupaten Malang butuh orang manajemen dengan basic boleh santri. Kabupaten Malang ini manajemennya kecil, sementara Kabupaten Malang ini luas. Itu yang dibutuhkan siapapun," ujarnya. 

Dirinya mengapresiasi dan menaruh hormat kepada HM. Sanusi yang telah mengupayakan yang terbaik dalam mengelola Kabupaten Malang, tetapi masyarakat pasti mempunyai pilihan masing-masing dalam menentukan bupati yang akan memimpinnya selama lima tahun ke depan.

"Karena kontestasi pilbup ini kan mencari putra terbaik yang akan duduk di sana. Ya kalau ada pilihan lebih baik, ya monggo itu haknya masyarakat," pungkasnya.

<