Dengan menggunakan motor, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq melakukan perjalanan yang disebutnya sebagai "Mblakrak Desa", guna menemukan potensi desa untuk dikembangkan secara positif oleh warga setempat.
Salah satunya, menuruni lembah sebuah danau yang cukup curam di desa Alun-Alun Kecamatan Ranuyoso Lumajang. Tepatnya di Ranu Aeng. Untuk mencapai dasar Ranu Aeng memang cukup sulit, sehingga beberapa anggota rombongan, ada yang tak sampai ke Ranu Aeng, karena sulitnya medan.
Baca Juga : Tunggu Putusan Timkor, Kades Minta Komoditas BPNT Prioritaskan Serapan Lokal
Ditempat ini Bupati Lumajang mencari persediaan air yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah utara Lumajang, yang selama ini selalu mengalami krisis air.
Terkait dengan kunjungan ke Ranu Aeng ini, Bupati menjelaskan, ada debit air sekitar 15 liter perdetik, yang jika dikelola dengan benar maka akan bisa dimanfaatkan untuk usaha pemenuhan air bagi 15 ribu KK.
"Jika nanti ini bisa dimanfaatkan, sedikitnya bisa membantu 15 ribu KK di wilyah utara, yang selama ini selalu kesulitan air pada musim kemarau. Ini kita pertimbangkan untuk masuk dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2021," kata Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, melalui sambungan ponselnya, hari ini Kamis (2/7).
Sementara itu Ir. Nugroho Dwi Atmoko, Asisten Sekda bidang Administrasi, menjelaskan, sebenarya potensi Ranu Aeng sudah dimanfaatkan masyarakat desa setempat dengan menggunakan pompa air. Tapi karena dengan kapasitas terbatas, maka hanya bisa memenuhi kebutuhan warga setempat.
"Kita akan usulkan dalam program Pamsimas tahun 2021 dengan pompa air yang lebih besar, sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat desa sekitar, bukan hanya desa Alun-Alun saja," kata Ir. Nugroho Dwi Atmoko.
Baca Juga : Bunda Indah Berharap, KS Penderita Kanker Payudara Segera Jalani Operasi
Nugroho menyebutkan, masyarakat setempat setuju pemanfaatan air di desanya sepanjang, masyarakat di desa itu juga dijamin kebutuhan airnya, selain untuk kepentingan desa lainnya di Kecamatan Ranuyoso.
"Kita harus gunakan pompa air yang lebih besar, karena untuk menaikkan air dari lembah Ranu Aeng memang perlu tenaga yang lebih besar. Untuk mencapai permukaan Ranu Aeng bisa lebih dari 1 KM, saya kemarin turun itu sekitar 1 jam baru sampai dibawah," jelas Ir. Nugroho Dwi Atmoko kemudian.