Ilustrasi objek wisata Pantai Balekambang yang kembali buka sebagai wisata percontohan (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi objek wisata Pantai Balekambang yang kembali buka sebagai wisata percontohan (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Masyarakat mulai melampiaskan hasratnya setelah sempat “dikekang” lantaran penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Beeskala Besar). Terbukti, sejak resmi dibuka pada awal bulan Juni 2020, sudah ada ribuan wisatawan yang memadati objek wisata percontohan yang kembali dibuka.

Dijelaskan Made Arya Wedanthara selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, dua objek wisata percontohan yang kembali beroperasi saat transisi New Normal Life adalah Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep.

 

Baca Juga : Panen Kopi Tulang di Makam Belanda, Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Usai Pandemi 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 

 

”Objek wisata belum ada yang kembali buka. Kita sifatnya masih uji coba di (Pantai) Ngliyep dan Balekambang, (Objek wisata) yang lain belum (kembali dibuka),” kata Made Arya.

 Sejak resmi dibuka sekitar tanggal 5 Juni 2020 lalu, menurut Made, sudah banyak wisatawan yang terpantau mendatangi objek wisata yang ada di kawasan JLS (Jalur Lintas Selatan).

”Sudah ada banyak wisatawan yang datang sejak awal dibuka dulu. Sudah ada seribu wisatawan lebih,” ungkap Made saat ditanya berapa jumlah wisatawan yang datang di objek wisata percontohan paska ditutup karena adanya pandemi Covid-19.

 Tingginya antusias wisatawan yang datang ke objek wisata percobaan itu, juga dikuatkan dengan data yang dihimpun oleh Disparbud Kabupaten Malang. Bahkan dalam satu hari, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang dikepalai oleh Made  Arya ini, mencatat ada ratusan wisatawan yang mendatangi objek wisata percontohan tersebut. 

”Kadang dalam sehari ada sekitar 400 wisatawan yang datang,” imbuhnya.

 Mengingat banyaknya wisatawan yang datang ke Balekambang dan Ngliyep, membuat Disparbud terus melakukan evaluasi. Terutama dalam sektor penerapan protokol kesehatan. 

”Kadang-kadang kan masuk (ke objek wisata) pakai (masker) tapi di dalam mereka lepas,” ucap Made saat menjelaskan hasil evaluasi sementara dari wisata percontohan tersebut.

 

Baca Juga : Satgas Covid-19 Kota Blitar Setujui Pembukaan Kembali Makam Bung Karno dan Istana Gebang 

Dengan adanya evaluasi itu, membuat Made terus mengimbau kepada pengelola wisata di Balekambang dan Ngliyep untuk terus mengingatkan kepada wisatawan yang tidak mengenakan masker dan melanggar protokol kesehatan.

”Mengingatkan masyarakat itu ternyata kita harus bercapek-capek. Itu lo mengingatkan untuk selalu pakai masker ini yang susah. Kemarin kita minta teman-teman destinasi (percontohan) untuk siapkan masker, tapi lama-lama juga kewalahan karena dikasih (masker) malah ditaruh saku, kan percuma,” keluhnya.

Meski terkesan kecewa lantaran masih banyak yang harus dibenahi, namun Made Arya mengaku akan tetap membuka objek wisata percontohan tersebut.

”Sampai sekarang (Balekambang dan Ngliyep) masih buka. Tapi tetap kita evaluasi. Terutama meminta mereka untuk terus berhati-hati, kadang kan memang perlu pembelajaran dulu,” pungkasnya.