Petak-petak pedagang pasar hewan di Jember. (istimewa)
Petak-petak pedagang pasar hewan di Jember. (istimewa)

Tidak bisa dielakkan, dampak ekonomi akibat covid-19 kental terasa membelenggu masyarakat luas. Di Jember, selain upaya memberikan bantuan sembako dan berbagai alat pelindung diri, Pemkab Jember berencana membuka kembali pasar hewan agar roda perekonomian berputar.

Pembukaan tersebut direncanakan akan dibuka Jumat (15/5) besok. Tentunya tidak meninggalkan protokol pencegahan covid-19.

Pembukaan pasar hewan diutarakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Jember Slamet Sugianto. Menurut dia, pemerintah daerah tengah mempersiapkan segala sesuatunya agar pembukaan pasar hewan sesuai protol covid-19.

Persiapan itu di antaranya mengatur jarak antara pedagang dengan hewannya. Lokasi pasar diberi cat warna untuk menandakan pemisahan dan pengelompokan hewan.

Untuk diketahui, pasar hewan di Jember tidak buka setiap hari. Pasar tersebut memiliki hari-hari tertentu membuka lapaknya. Karena itu, kata Slamet, pembukaan pasar menyesuaikan dengan jadwal yang sudah berlangsung sebelumnya.

Sebelum mewabahnya corona atau covid-19, pedagang di pasar hewan tidak hanya berasal dari Jember. Ke depannya, untuk membatasi membeludaknya pedagang dan pembeli, maka pembukaan pasar hewan akan mengutamakan pedagang asli Jember.

Setelah dibuka nanti, Slamet mengimbau pedagang dan pembeli bisa mematuhi protokol covid-19 yang telah diterapkan agar roda perekonomian masyarakat berjalan lancar. "Satu sisi aktivitas ekonomi yang diharapkan pedagang terpenuhi, tetapi di sisi lain juga harus mengantisipasi penyebaran covid-19," jelasnya kepada wartawan, Kamis (14/5).

Protokol pencegahan dan penyebaran covid-19 akan diterapkan di sejumlah pasar hewan di Jember. Di antaranya pasar hewan di Kecamatan Kalisat, Bangsalsari, Mayang, Kencong, Rambipuji, dan Jenggawah.