Amien Rais akan bentuk partai baru bersama loyalisnya, dipercepat pembentukannya seiring mundurnya Hanafi Rais dari PAN. (Foto: Istimewa)
Amien Rais akan bentuk partai baru bersama loyalisnya, dipercepat pembentukannya seiring mundurnya Hanafi Rais dari PAN. (Foto: Istimewa)

Persiapan pembentukan partai baru Amien Rais diklaim sudah mencapai 70 persen. Bahkan, mencuat kabar persiapan untuk menggelindingkan partai itu pun semakin dipercepat seiring mundurnya Hanafi Rais dari jajaran Kepengurusan PAN (Partai Amanat Nasional) serta dari Fraksi PAN di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Hal itu diungkapkan oleh Putra Jaya Husein salah satu pendiri PAN yang dilansir dari tempo.co beberapa waktu lalu.

"Ya 70 persen (proses pembentukan parpol baru), namun kemunduran Hanafi ini mempengaruhi percepatan pembentukan partai baru. Jadi jangan dibalik, bukan Hanafi itu bersikap karena ingin membuat partai baru, sikap Hanafi itu yang mendorong keras kami berpikir untuk mendirikan partai baru," ujarnya.

Menurut Putra Jaya, PAN untuk saat ini sudah tidak berjalan dengan relnya sebagai partai yang terbentuk dalam masa reformasi 1998. Karena PAN dinilai untuk saat ini selalu mengekor pada penguasa yang berkuasa dan dirasa tidak bisa lagi menjadi tempat perjuangan rakyat.

"Sekarang saya sebagai salah satu pendiri PAN masih bertanya-tanya, apa sih yang dilakukan PAN saat ini untuk bangsa, negara, dan rakyat? PAN selalu mengekor kepada siapa pun yang berkuasa. Kalau sekarang PAN sudah tidak bisa lagi menjadi tempat memperjuangkan kepentingan rakyat, maka butuh kendaraan baru," ungkapnya.

Selain dirasa tidak dapat menjadi wadah perjuangan masyarakat karena selalu mengekor kepada penguasa, hal yang membuat dan mempercepat Amien Rais bersama loyalisnya untuk segera merampungkan pembentukan Partai Baru saat Hanafi Rais mundur dari PAN.

"Artinya ada yang sangat prinsip membuat dia (Hanafi) melepaskan semua jabatannya itu. Padahal masih muda, baru satu periode di DPR dan baru delapan bulan periode kedua. Semua itu dia tanggalkan," jelasnya. 

Terpisah, Muhammad Asri Anas mengungkapkan, bahwa nantinya bakal ada kemungkinan di partai baru bentukan Amien Rais bersama loyalisnya akan menggandeng alumni 212.

"212 itu potensial digandeng, bagus untuk konsolidasi," ungkapnya, dikutip dari tempo.co, Sabtu (9/5/2020) kemarin. 

Terkait proses konsolidasi dan penjajakan yang telah dilakukan oleh Amien Rais kepada para alumni 212, Anas tidak menjelaskan secara detil.