Puti Soekarno Putri
Puti Soekarno Putri

Anggota DPR RI Puti Soekarno Putri melakukan reses ke SMK Triyasa, Surabaya, Kamis (12/3). Kedatangan anggota Komisi X ini dengan ditemani Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Pada saat reses tersebut Puti membuka dialog dengan pihak sekolahan. Dia menerima masukan dan pertanyaan dari guru maupun siswa.

Kehadirannya di Surabaya ini sekaligus juga menjawab desas-desus perihal isu akan majunya dia pada Pilwali Surabaya tahun ini. Sebagaimana diketahui baliho bergambar Puti saat ini terpasang di beberapa sudut Kota Surabaya.

Ditanya apakah bakal maju kembali dalam ajang pemilihan kepala daerah Puti malah terheran. "Memang didorong ya? Saya baru tahu," ujarnya saat menjawab pertanyaan para wartawan ditemui setelah acara.

Dia kemudian menyampaikan rasa terima kasihnya jika memang ada dukungan tersebut dari warga Surabaya. Kepada anggota partai PDIP maupun non partai.

"Yang memiliki, memberikan masukan, berikan pengharapan pada saya maju dalam Pilkada Surabaya. Tetapi Alhamdulillah sampai hari ini kehadiran saya di Surabaya dan Sidoarjo ini untuk memenuhi kerja saya sebagai anggota DPR RI di Komisi X," terangnya.

Tugasnya kata dia adalah menyerap aspirasi, memberikan pemahaman, sosialisasi program dari pada pemerintah, dan komisi sesuai kapasitas.

"Lalu kemudian saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya atas dukungan itu. Tetapi dengan penuh rasa hormat, sampai saat ini saya tetap menjalankan tugas sebagai DPR RI dan tidak ada niat saya sedikitpun maju dalam Pilkada Surabaya," tegas dia.

Menurut dia untuk mengabdi tidak harus menjadi wali kota. "Pengabdian bisa dimana saja, saya melakukan pengabdian turun sampai masuk ke gang dan blusukan ini adalah pengabdian, amanat partai. Tentunya saya menyampaikan terima kasih yang menaikan spanduk saya," lanjut Puti menerangkan perihal adanya baliho dukungan.

Puti tetap berniat untuk tetap menjadi anggota DPR RI hingga purna tugas atau sampai lima tahun ke depan. "Terus bersama membangun Surabaya. Saya juga berterima kasih pada Bu Risma yang telah membangun Surabaya. Dan kemudian nanti siapa yang bisa menjadi wali kota menggantikan Bu Risma bersinergi," bebernya.

Perihal adanya komentar nyelekit dari salah satu politisi internal PDIP tehadap Puti yang dianggap tak memiliki uang, dia menyikapi santai. "Ya itu terserah orang mau bicara apa. Kalau bicara soal pilkada tak ada juru bicara, saya menyampaikan langsung dari diri saya. Kalau ada yang bicara ini dan itu bukan saya," tegasnya.

Puti menambahkan jikapun selama ini ada uang yang diberikan bukan milik dia. "Ada uang seperti bantuan yang saya turunkan bukan uang saya. Uang pemerintah, uang rakyat harus diberikan pada rakyat. Keluarga Bung Karno emang begitu, dia berjuang semua untuk wong cilik," imbuhnya.