Deklarasi Damai yang diikuti oleh Polres Malang, Kodim 0818 Malang-Batu dan Aremania
Deklarasi Damai yang diikuti oleh Polres Malang, Kodim 0818 Malang-Batu dan Aremania

Aremania mengikuti  Deklarasi Cinta Damai yang difasilitasi Polres Malang di area parkir Stadion Kanjuruhan Sabtu (7/3/2020). Deklarasi Cinta Damai ini sengaja digelar sehari menjelang super big match antara tuan rumah Arema FC melawan PersibBandung, untuk menghilangkan kerusuhan yang biasanya terjadi di kalangan suporter.

Pada acara tersebut hadir Kapolres Malang AKBP Hendri Umar dan Komandan Kodim 0818 Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad. Selain itu juga hadir sesepuh Aremania Anto Baret dan juga pentolan band d'Kross Ade Herawanto yang menghibur ribuan Aremania.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa hari ini telah disepakati dan komitmen bersama Aremania untuk menjaga kondusifitas selama Arema FC mengikuti gelaran kompetisi Liga 1 2020.

"Deklarasi ini dilakukan bersama kawan-kawan Aremania, TNI dan Polri untuk menjaga Kamtibmas. Tak hanya pertandingan Arema melawan Persib Bandung, tapi juga seluruh pertandingan akan berjalan aman dan damai," tutur AKBP Hendri Umar.

Dia berharap Aremania bisa menjaga janjinya tidak bertindak yang bisa menimbulkan kerusuhan. Karena pada pekan kedua Liga 1 2020 ini adalah layanan kandang perdana Arema FC yang sekaligus menjadi pertandingan besar pertama yang dipimpin oleh AKBP Hendri Umar di wilayah hukum Polres Malang.

"Ini adalah pertama kalinya Arema bertanding sebagai tuan rumah di Stadion Kanjuruhan. Kami tahu fanatisme Aremania sangat luar biasa. Karenanya kami berikan wadah Deklarasi Damai dengan tujuan untuk mengedukasi suporter agar pertandingan bisa berjalan aman," ungkap Hendri.

Selain itu, dalam pengamanan nanti, Hendri juga sudah menginstruksikan anggotanya untuk menghalau benda-benda yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam Stadion Kanjuruhan. "Benda seperti petasan, flare bahkan miras nantinya akan disterilisasi oleh anggota," tegasnya.

Sementara itu, Panpel Arema FC Abdul Haris menyatakan pihaknya ingin Aremania merubah mindset dengan tidak melakukan sweeping saat laga big match. Baik itu saat melawan Persib maupun saat melawan tim lain. Karena menurutnya rivalitas hanya sebatas 90 menit. 

"Saya harap suporter tidak harus melukai atau merendahkan satu sama lain. Rivalitas memang penting tapi, itu hanya di dalam stadion dan untuk mendukung masing-masing tim kebanggaannya, bukan yang lain," imbuh Haris.