Dian Purnawan (dua dari kanan), komisioner KPU Banyuwangi. (Nurhadi/Banyuwangi Jatim TIMES)
Dian Purnawan (dua dari kanan), komisioner KPU Banyuwangi. (Nurhadi/Banyuwangi Jatim TIMES)

Setelah memperpanjang masa pendaftaran calon anggota panitia pemungutan suara (PPS)  sampai dengan  27 Februari, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi mampu memenuhi kuota sesuai dengan aturan.

Menurut Dian Purnawan, divisi  SDM  dan sosialisasi partsipasi masyarakat (parmas)  KPU Banyuwangi, sampai batas akhir pendaftaran perpanjangan 27 Februari pukul 24.00, tercatat 1.625 pendaftar. "Rata-rata untuk satu desa/kelurahan tercatat 6 sampai dengan 12 calon anggota PPS," jelasnya.

Dian  menambahkan, untuk tahap berikutnya, KPU akan secepatnya menggelar rapat pleno untuk menentukan jadwal tes tulis bagi calon anggota PPS.

Lebih lanjut, Dian menegaskan pihaknya berupaya profesional dalam memilih putra-putri terbaik di setiap desa/kelurahan yang ikut seleksi calon anggota PPS tahun ini. Dengan sistem rekrutmen secara profesional, KPU Banyuwangi berharap selain mendapatkan calon terbaik juga untuk menepis rumor yang berkembang di lapangan bahwasanya untuk menjadi anggota PPS, harus ada rekomendasi dari kepala desa/kelurahan.

Sebelumnya, KPU Banyuwangi memperpanjang pendaftaran selama dua hari bagi calon PPS pemilihan bupati-wakil bupati periode 2020-2025. Sebab,   sampai batas akhir pendaftaran  Senin 24 Februari pukul 24.00,  jumlah pendaftar tercatat sekitar 1.400 peserta dan ternyata ada 95 desa yang belum memenuhi kuota pendaftar minimal.