pasien suspect corona di rawat di ruang isolasi RSUD dr. Iskak (Joko Pramono for Jatim Times)
pasien suspect corona di rawat di ruang isolasi RSUD dr. Iskak (Joko Pramono for Jatim Times)

Sempat heboh dengan kabar adanya pasien virus corona yang masuk ke RSUD dr. Iskak, hal itu disanggah oleh Direktur RSUD dr. Iskak Supriyanto melalui rilis resmi yang dilakukan di RSUD dr. Iskak, Sabtu (8/2/20) sore.

Dokter spesialis bedah itu menjelaskan jika pasien yang diduga terkena Virus Corona itu memang benar baru bepergian dari Korea Selatan yang sudah terpapar virus corona. 

Namun untuk menentukan kebenaranya harus dilakukan uji laboratorium.

“Pasien ini 1 bulan berada di Korea Selatan, dan baru pulang 5 hari yang lalu ke Indonesia. Setelah sampai Indonesia pasien ini mengalami demam yang cukup tinggi,” ujar Supriyanto.

Pasien itu diketahui bernama Yatim Muhaini,(pr, 52), warga Desa Tales, Ngadiluwih Kabupaten Kediri yang sebelumnya dirawat di RS. Arga Husada, Kediri dan dirujuk ke RSUD dr. iskak hari ini sekitar jam 10 pagi.

Setibanya di RSUD dr. Iskak pasien langsung mendapatkan pelayanan dan dirawat di ruang isolasi. 

Meski ada anggapan berlebihan dalam penanganan pasien itu, lantaran seluruh selasar yang dilewati pasien disterilkan dari pengunjung.

“Perlakuan kita terhadap ini (suspect corona) dalam dunia medis kita memprediksi lebih baik kita berlebihan perkiraan daripada kita kecolongan,” terang Supriyanto.

Sehingga pasien diperlakukan sebagai pasien yang terpapar virus corona, sesuai dengan SOP (standar operasional dan prosedur ) sampai terbukti tidak terpapar virus Corona.

Sementara itu dokter spesialis paru RSUD dr. Iskak, dr. Mohammad Arfi, yang mendampingi Supriyanto dalam rilis itu mengungkapkan untuk mengetahui kepastian pasien terpapar atau tidak, akan dilakukan swap tenggorokan pasien.

Sampel swap tenggorok itu nantinay akan di uji laboratorium untuk mengetahui pasien terpapar atau tidak.

“Karena pemeriksaanya (baca uji laboratorium) di Jakarta maka butuh beberapa hari,” ujar pria yang akrab disapa Arfi itu.

Dari observasi awal yang dilakukan, pasien mengalami demam dan sulit menelan. 

Dari diagnosis itu pihaknya memperkirakan pasien terkena radang tenggorokan. 

Namun pasien akan terus di isolasi hingga hasil uji laboratorium keluar.

“Kita isolasi dulu, maka kita isolasi di rumah sakit sampai nanti negative (corona). Saat ini kondisi pasien cenderung membaik. Suhu tubuh sudah turun, tidak sesak, tenang dan stabii, rongten normal hasil lab normal,” terang Arfi.

Warga diminta senantiasa beraktivitas seperti biasa dan menjaga kebersihan dengan senantiasa mencuci tangan setiap selesai keluar rumah, tidak mengusap wajah dalam keadaan tangan belum dicuci, bersin dan batuk senantiasa dengan cara yang benar yaitu ditutupi dengan lengan posisi siku ditekuk.