Pekerja saat membongkar kios Pasar Balung yang sedang dilakukan revitalisasi (foto: Minto/ JatimTIMES)
Pekerja saat membongkar kios Pasar Balung yang sedang dilakukan revitalisasi (foto: Minto/ JatimTIMES)

Program revitalisasi pasar tradisional ala modern yang dilakukan oleh Pemkab Jember, mendapat respon positif dari pedagang pasar, terlebih dalam konsep desain pasar. Pemkab bersama dengan konsultan melibatkan pedagang sebelum melakukan revitalisasi.

Hal ini disampaikan oleh Zainul Latif Kepala Pasar Balung Jember saat bertemu dengan media ini. Menurut Zaenul, sebelum dilakukan pembangunan, pihak Pemkab terlebih dahulu mengumpulkan pedagang untuk membahas konsep pasar yang selama ini menjadi tempat perekonomian mereka, bagi Zaenul, upaya ini sebagai wujud memenuhi keinginan pedagang, untuk menghindari hal-hal yang timbul di kemudian hari.

“Untuk Pasar Balung ini, Insya Allah pembangunannya akan selesai akhir Desember nanti, dan yang lebih menggembirakan adalah, dilibatkannya pedagang dalam menentukan konsep, sehingga pembangunannya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pedagang,” ujar Zaenul.

Untuk Pasar Tradisional Balung sendiri memiliki 569 kios, namun untuk tahun 2019 ini, baru 92 kios yang akan direvitalisasi. Secara bertahap, secara keseluruhan akan dilakukan revitalisasi pada tahun 2020 nanti.

“Ini kan pembangunannya dilakukan bertahap, agar denyut nadi pasar tetap jalan, selain itu, untuk merelokasi pedagang yang mendapat giliran kiosnya dibangun, juga tidak terlalu sulit, sebab pedagang masih bisa menempati sebagian kios yang ada di dalam pasar,” ujar Zaenul.

Program revitalisasi pasar ini sendiri dilakukan, agar keberadaan pasar tradisional sesuai dengan standar pasar di Indonesia, hal ini pernah disampaikan oleh Bupati Jember saat bertemu dengan beberapa pedagang pasar beberapa waktu lalu ketika melakukan sosialisasi terkait revitalisasi pasar tradisional.

"Jadi meskipun pasarnya adalah pasar tradisional, namun harus sehat, bersih, dan memiliki standar SNI. Masak orang jualan sate mau berdekatan sama orang jual baju. Nanti judulnya jadi jual baju sangit," kata Faida.

Dia menjanjikan nantinya pasar yang direnovasi akan lebih bagus. Tidak hanya perbaikan bangunan, namun juga ada penataan pedagang berdasarkan jenis dagangan.

Selain itu, pasar tradisional yang sudah direvitalisasi juga harus bisa diakses oleh kalangan difabel, dilengkapi ruang menyusui, juga ruang terbuka hijau, selain fasilitas kamar mandi. "Jadi akan lebih rapi. Saya berharap bapak dan ibu mau ditata," pungkas bupati. (*)