Penuh, nyaris tak bisa bergerak karena macet sejumlah penhendara jarus rela menikmati kemacetan panjang (Fahrurrosyi/PamekasanTIMES.com)
Penuh, nyaris tak bisa bergerak karena macet sejumlah penhendara jarus rela menikmati kemacetan panjang (Fahrurrosyi/PamekasanTIMES.com)

Serangkaian acara hari jadi Pamekasan yang ke 489 memiliki barbagai macam kegitan yang diselengarakan di jalan raya. Seperti tadi malam acara Madura Music Daul Pamekasan, membuat sejumlah pengendara roda dua harus rela menikmati panjangnya kemacetan.

Acara yang startnya di depan Hotel Front One dan berakhir di taman kota Arek Lancor cukup membuat kemacetan panjang terjadi. Hal itu disebabkan karena jalan penuh dengan krumunan orang dan iring-iringan Uldaul.

Sulusayillaili, salah satu warga asal Desa Lemper Pademawu Pamekasan Harus rela bensinya yang terkuras tidak seperti biasanya. Menurutnya hal itu terjadi karena dari Jl. Raya Pamekasan - Sumenep, Serkeser, Buddagan, Pademawu, Kabupaten Pamekasan macet sampai di Arek Lancor.

"Saya jalan harus pelan-pelan mas sementara motor harus tetap dalam keadaan mesin menyala agar tidak didahului oleh pengendara lain, soalnya saya mau ke rumah saudara ada keperluan mendesak," ungkapnya kepada wartawan jejak.co tadi malam (28/10/2019).

Kejadian itu membuat bensin kenadaraan bermotor yang ia gunakan terkuras tidak seperti biasanya. Ia mengaku bahwa bensin kendaraanya lebih cepat terkuras dibanding hari-hari biasanya.

Namun sebenarnya Ia mengaku sudah tau bahwa ada acara pawai uldaul tersebut namun karena rumah kerabatnya di pinggiran jalan kota maka ia terpaksa harus melalui jalur tersbut. "Mau gimna lagi sudah tidak ada jalan lain," tutupnya.