Salah satu SPG Air Minum Tirta Kanjuruhan saat promosikan produknya di beberapa swalayan yang ada di Malang (Foto : Facebook Air Minum Tirta Kanjuruhan)

Salah satu SPG Air Minum Tirta Kanjuruhan saat promosikan produknya di beberapa swalayan yang ada di Malang (Foto : Facebook Air Minum Tirta Kanjuruhan)



Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, selaku instansi pemilik produk AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) Tirta Kanjuruhan, terus berupaya guna memenuhi kebutuhan konsumen.

Di antaranya dengan cara memenuhi unsur standarisasi produk.

”Suatu produk air minum dapat dikatakan sesuai dengan standarisasi jika sudah memenuhi setidaknya tiga poin utama. Yakni sesuai dengan SNI (Standart Nasional Indonesia), memiliki izin edar pangan dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), serta memenuhi sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia),” terang Syamsul Hadi selaku Dirut (Direktur Utama) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Sedangkan saat ini, lanjut Syamsul, produk Tirta Kanjuruhan sudah mengantongi tiga poin utama terkait standarisasi produk air minum tersebut.

Misalnya pada poin SNI, produk Tirta Kanjuruhan sudah mengantongi sertifikasi SNI 9001:2008.

”Berbagai berkas dan ketentuan sudah kami siapkan guna mengajukan proses peralihan SNI. Kedepan produk Tirta Kanjuruhan bakal beralih ke SNI 9001:2015,” ungkap Syamsul kepada MalangTIMES.com.

Tidak hanya fokus pada proses peralihan standarisasi SNI saja, Syamsul mengaku jika produk air minum Tirta Kanjuruhan juga sudah mengantongi dua poin standarisasi produk lainnya. Yakni izin edar dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI. 

”Sudah ada, produk air minum Tirta Kanjuruhan juga sudah mengantongi izin edar pangan dari BPOM, dan memiliki label halal dari MUI,” sambung Syamsul.

Sekadar diketahui, selain memenuhi tiga poin standarisasi produk air minum. 

Perumda Tirta Kanjuruhan juga selalu memperhatikan kualitas air minum yang mereka jual ke pasaran.

Misalnya dari segi TDS (Total Dissolve Solid), produk air minum Tirta Kanjuruhan bisa dikatakan lebih unggul dari produk lain yang dijual dipasaran. 

Sebab dari standart jumlah zat padat terlarut dipatok kurang dari 500 ppm (part per million).

Kandungan TDS didalam produk Tirta Kanjuruhan berada di kisaran antara 50 hingga 70 ppm.

Artinya semakin kecil kandungan TDS yang terdapat dalam produk air mineral menandakan jika kualitas air minum tersebut semakin baik.

Bergeser ke standar kualitas aur minum lainnya, yakni dari segi kandungan pH (indikator tingkat asam atau basa pada air). 

Produk Tirta Kanjuruhan juga terbilang mumpuni. Sebab dari standart kandungan pH air minum yang dipatok harus berada dalam kisaran antara 6 hingga 8,5. 

Produk Tirta Kanjuruhan sudah dikatakan memenuhi ketentuan. 

Bahkan, angka kandungan pH-nya sudah melebihi batas minimum yaitu berada di kisaran antara  7 hingga 7,5.

”Kami tidak ingin menjual produk secara asal-asalan, kebutuhan dan kepuasan konsumen selalu diutamakan. Ke depannya pelayanan kebutuhan air minum dalam kemasan Tirta Kanjuruhan akan terus dikembangkan. Tujuannya agar bisa semakin memenuhi permintaan dan tuntutan pasar,” tutup Syamsul.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load