Bupati Blitar Rijanto saat menyambut tim verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Kemenkes RI.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Bupati Blitar Rijanto saat menyambut tim verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Kemenkes RI.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)



Bupati Blitar Rijanto optimistis Kabupaten Blitar tahun 2019 ini bisa meraih penghargaan Swasti Saba Wistara. Hal ini disampaikan bupati Blitar usai menerima kedatangan tim pusat verifikasi lapangan (verlap) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2019 Tingkat Nasional di Kabupaten Blitar.

Pada hari kedua verifikasi Kabupaten Sehat 2019 ini, bupati mengatakan, hasil kunjungan tim verifikasi lapangan Kabupaten/Kota Sehat 2019 sangat terkesan dengan kegiatan masyarakat di lapangan. Semua hasil penilaian berjalan dengan lancar dan sesuai dengan dokumen yang dikirimkan.

"Selama dua hari, kemarin sampai Kecamatan Binangun dari staf dinilai. Desa juga dilihat. Kegiatan masyakarat, pokmas dan tempat-tempat wisata juga dilihat. Artinya, mereka sangat terkesan dengan tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Blitar. Kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Dokumen dan profil Kabupaten Sehat itu setelah dicek lapangan betul-betul ada dan terlaksana dengan baik," ungkap bupati usai menerima kedatangan tim pusat Verifikasi lapangan Kabupaten/Kota Sehat 2019 di Wana Wisata Blitar Park, Rabu (4/9/2019).

Bupati menambahkan, hari ini beberapa desa juga sempat dikunjungi tim verifikasi dan kesannya juga sangat baik. Sebelumnya, tim Kabupaten Sehat Pemkab Blitar sendiri sudah mempersiapkan segala keperluan guna meraih penghargaan Swasti Saba Wistara dalam bidang kesehatan lingkungan daerah.

"Tentunya Kabupaten Sehat ini tidak bisa berhenti saat ini saja dan harus berkelanjutan. Bila berhenti karena lomba saat ini, untuk mendapatkan penghargaan saja, artinya kita hanya mencari penghargaan. Tidak bisa melaksanakan program negara bagaimana menghantar masyarakat Indonesia dalam pola hidup bersih dan sehat. Itu tujuan utamanya ke sana," tegas bupati.

Evaluasi verivikasi Kabupaten Sehat ini dilaksanakan dua tahun sekali. Yakni satu tahun untuk pembinaan dari provinsi. Kemudian tahun kedua verivikasi dari pemerintah pusat. Dari hasil penilaian di lapangan, ada beberapa catatan untuk ke depan harus berbenah dan dikembangkan.

"Ini program yang sangat bagus secara nasional karena mendorong masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat. Jadi, apa yang kita lakukan harus tegak lurus dengan program tingkat provinsi maupun nasional. Untuk mengubah perilaku masyarakat harus berkelanjutan dan terus menerus, tidak bisa hanya satu dua kali, tetapi harus terus-menerus," ujar bupati.

Sementara itu, paparan hasil verifikasi disampaikan Ketua Tim Verlap Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2019 Kemenkes RI Tri Sapta Ningsih. Dia mengatakan, tim verifikasi telah melihat langsung kondisi lapangan dan menemukan banyak kecocokan antara dokumen dengan kenyataan di lapangan.

"Kami sudah melihat kondisi di lapangan. Jadi, selama dua hari ada banyak sekali titik yang dikunjungi dan telah sesuai denga dokumen yang dikirimkan. Alhamdulillah sudah sesuai namun perlu kita sampaikan ada yang masih perlu ditingkatkan lagi," katanya.


End of content

No more pages to load