Ilustrasi

Ilustrasi



 Adanya rekonsiliasi nasional antara dua partai, PDIP dan Gerindra, tampaknya akan berdampak di daerah. 

Seperti diketahui PDIP dan Gerindra bersaing hebat dalam Pemilu  2019 ini.  PDIP dan sejumlah partai koalisi lainnya mengusung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai presiden serta wakilnya. Sementara Gerindra dan koalisinya mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Meski sempat memanas seusai pemilu, hubungan kedua partai ini mulai mencair saat ini setelah adanya komunikasi bersama di kedua kubu. Dan mencairnya komunikasi ini disikapi secara positif oleh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono.

Awalnya Bambang Haryo tidak berniat maju sebagai calon wali kota jika pimpinan partainya, Prabowo Subianto, tidak menjadi presiden. "Karena saya tidak mau satu struktur dengan organisasi pemerintah pusat," ujarnya.

Bambang Haryo merasa tidak respek di era kepemimpinan Jokowi-JK. Sebab. perekonomian dia anggap memburuk. "Data dari Apindo, 45 ribu dari 80 kontraktor malah mati," ujarnya.

Demikian juga koperasi yang menjadi ujung tombak perekonomian mikro di daerah menurut dia banyak yang mati. "Sekitar 40 ribu koperasi mati di Indonesia," lanjutnya.

Namun saat ini dengan adanya rekonsiliasi PDIP dan Gerindra, dia optimistid keadaan akan lebih baik lagi. "Dengan bergabungnya Pak Prabowo ini diharapkan ada satu perubahan manajemen kenegaraan agar lebih baik. Dan menjadi satu kepercayaan diri saya," bebernya.

Sebab itu, Bambang Haryo pun membulatkan tekad untuk maju dan bersaing dalam pemilihan wali kota tahun 2020 mendatang. Dia mengaku sudah mendapat restu partainya untuk maju.

Namun,  karena kursi partai Gerindra di DPRD Surabaya hanya lima, perlu ada koalisi. Dalam hal ini Bambang menjelaskan sudah ada empat partai tambahan yang siap mendukungnya. "Tapi tidak akan saya sebutkan sekarang," kata alumnus ITS ini.

Empat partai lain bersama Gerindra ini masih berbeda pilihan soal siapa yang bakal dipasangkan. "Untuk menempatkan saya di posisi wali kota atau wakil wali kota," lanjutnya.

Disinggung mengenai kuatnya PDIP di Surabaya yang unggul jauh dengan memiliki 15 kursi, Bambang mengakui hal itu. Karena itu, dia tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan PDIP nantinya di Pilwali Surabaya 2020.

"Ada kemungkinan kita bergabung dengan PDIP. Kemarin ada selentingan gimana kalau kita gabung. Memang PDIP paling kuat di Surabaya. Pembicaraan akan mengerucut akhir Agustus dan realisasinya akhir September nanti," imbuh mantan direktur Dharma Lautan Utama ini.
 

Tag's Berita surabaya berita surabaya

End of content

No more pages to load