Jamuan ASEAN Culture Landscape, Wisata dan Budaya Lokal Kota Batu Dikenalkan ke Jejaring Mancanegara

29 - Aug - 2025, 10:24

Pertemuan Welcome Dinner ASEAN Culture Landscape yang digelar di El Hotel Kartika Wijaya Kota Batu, Kamis (28/8/2025).(Foto: Dokumen Prokopim Setda Kota Batu)


JATIMTIMES - Akademisi dan praktisi lintas sektor dipertemukan melalui Welcome Dinner ASEAN Culture Landscape yang digelar di El Hotel Kartika Wijaya Kota Batu, Kamis (28 Agustus 2025). Jamuan hangat itu digunakan untuk memperkuat Jejaring mancanegara sekaligus mengenalkan potensi wisata dan kearifan lokal.

Di dalamnya mempertemukan sejumlah tokoh penting yakni Ketua Yayasan Kebudayaan Internasional (ICF) Korea, Chun Hong Duck, serta Anggota Kongres Nasional Korea ke-20 Ms. Jung Eun Hey. Kalangan akademisi diwakili Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, dan jajaran Wakil Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi, perwakilan Yayasan Bina Patria Nusantara Prof. Dody Wirawan Irawanto.

Baca Juga : Muhammadiyah Malang Somasi Wali Kota, Wakil Wali Kota Tak Tersentuh

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto dalam kesempatan itu menegaskan komitmen Kota Batu untuk menjadi kota warisan budaya sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. Visi Kota Batu yang maju, berdaya saing, dan sejahtera menempatkan pelestarian identitas budaya sebagai salah satu nilai utama pembangunan.

Pria asal Desa Sumberbrantas itu menekankan bahwa lansakap budaya tidak hanya menjadi ekspresi seni masyarakat asli Kota Batu. Melainkan identitas kolektif dan penghubung antar generasi.

"Budaya membentuk siapa kita serta mengingatkan dari mana kita berasal. Organisasi, industrialisasi, dan disrupsi teknologi yang terus berlanjut berpengaruh terhadap warisan budaya. Inilah mengapa forum ICF dan ASEAN Forum Academic menjadi sangat penting," ungkapnya.

Heli juga memperkenalkan potensi Kota Batu yang terdiri atas 19 desa dan 5 kelurahan dengan beragam destinasi wisata alam, termasuk kawasan penghasil sayuran hortikultura terbaik di Pulau Jawa, wisata air panas, hingga jalur pendakian gunung berapi.

"Salah satu desa bahkan memiliki jumlah sapi lebih banyak daripada warganya, sehingga dikenal dengan pengolahan susu segar dan pembuatan keju dengan pemandangan alam yang indah," tuturnya.

Baca Juga : Bupati Sanusi Terima Penghargaan Baznas Awards 2025

Dirinya juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan momentum tidak hanya sebagai ajang akademik, tetapi juga untuk menikmati keindahan dan keramahan Kota Batu.

"Kota Batu terus memperkuat kerja sama regional sekaligus menjadi wadah saling memahami, belajar, dan membangun jejaring lintas negara," imbuh Heli.


Topik

Pemerintahan, Kota Batu, Heli Suyanto, ASEAN Culture Landscape, ICF,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette