Pemerintah Serap Gula Petani, Khusnul Khuluk DPRD Jatim: Pembayarannya Jangan Tertunda
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Dede Nana
26 - Aug - 2025, 06:48
JATIMTIMES - Pemerintah menyiapkan kebijakan baru untuk mengatasi persoalan tidak lakunya gula hasil panen petani tebu. Salah satu keputusan penting adalah kesediaan Danantara melalui beberapa perusahaan BUMN untuk menyerap gula dari petani.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Khusnul Khuluk menyambut baik langkah tersebut. Menurut Khusnul, langkah cepat pemerintah sangat penting agar petani tidak semakin terpuruk. Jika dibiarkan, para petani yang sudah terjerat utang akan kesulitan untuk melanjutkan produksi pada musim berikutnya.
Baca Juga : Rakyat Jatim Bakal Menggugat 3 September di Grahadi, Lilik DPRD Jatim Serukan Jaga Ketertiban
“Saya sepakat dan setuju, karena kalau dibiarkan begitu saja tanpa ada campur tangan pemerintah, kasihan para petani. Mereka sudah utang ke sana kemari dalam jumlah besar," ujar legislator Fraksi PKS DPRD Jatim ini, Selasa (26/8/2025).
"Apalagi saat ini sudah mulai masa pemupukan, kalau terlambat ditangani dari awal, musim berikutnya pasti akan semakin rusak. Produksinya juga akan menurun,” sambungnya.
Ia menilai keputusan pemerintah, khususnya dengan keterlibatan Danantara dan BUMN, sudah berada di jalur yang benar. Namun, ia mengingatkan agar pembayaran hasil serapan gula ke petani tidak molor.
“Tebu yang diambil alih dan dibeli oleh Danantara ini saya rasa sudah bagus. Tinggal bagaimana pabrik gula segera mencairkan uang ke petani. Jangan sampai mereka menunggu berpekan-pekan bahkan berbulan-bulan,” ujar Khusnul Khuluk.
Ia menekankan, percepatan pembayaran sangat krusial karena petani membutuhkan modal segera untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya. Tanpa dukungan itu, produktivitas tebu di Jawa Timur dikhawatirkan akan terus menurun.
Baca Juga : Koperasi Merah Putih Nambangan Lor Diresmikan Menko IPK, Optimis Masyarakat Semakin Berdaya
“Kalau uang dari hasil panen cair cepat, petani bisa langsung melanjutkan perawatan lahannya. Itu yang akan membuat produksi tebu tetap stabil dan kualitasnya terjaga,” tutupnya.
