Terjadi 106 Gempa di Jatim Jelang Penghujung Agustus, Magnitudo Terbesar Capai M 5.0

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy

22 - Aug - 2025, 08:08

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri memantau kejadian gempa di Jatim dan sekitarnya saat ditemui JatimTIMES di kantornya. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Peristiwa gempa bumi di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya mengalami penurunan menjelang penghujung Agustus 2025. Meski demikian, tingkat kekuatan gempa pada periode kali ini mengalami peningkatan jika dibandingkan pertengahan Agustus 2025.

"Pada periode 15-21 Agustus (2025) di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 106 kejadian gempa bumi," terang Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang Mamuri, Jumat (22/8/2025) malam.

Baca Juga : Suntikan Rp300 Miliar ke BUMD Dipertanyakan DPRD Jatim, Ini Jawaban Gubernur Khofifah

Data BMKG menyebut, kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada 18 Agustus 2025 dengan jumlah 21 kejadian. Sedangkan kejadian gempa bumi paling sedikit terekam pada 15 Agustus 2025 dengan jumlah sembilan kejadian.

Dari ratusan gempa tersebut, disampaikan Mamuri, magnitudo terbesar mencapai M 5.0. Sedangkan magnitudo terkecil pada periode menjelang akhir Agustus ialah M 1.3.

Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, tercatat ada 152 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada periode 8-14 Agustus 2025. Meski jumlahnya lebih banyak, kekuatan gempa pada periode sebelumnya tersebut tidak sebesar pada periode saat menjelang akhir Agustus 2025.

"Pada periode pertengahan Agustus 2025, magnitudo gempa bumi terbesar ialah M 4.1. Sedangkan magnitudo terkecil yaitu M 0.8," ungkapnya.

Dijelaskan Mamuri, pada periode ini terdapat 94 kejadian gempa bumi dangkal, 12 kejadian gempa bumi menengah dan nihil kejadian gempa bumi dalam. "Sehingga pada periode ini tidak terdapat kejadian gempa bumi yang dirasakan," ujarnya.

Baca Juga : Sampaikan Jawaban ke DPRD Jatim, Gubernur Khofifah Ungkap 7 Jurus Optimalisasi PAD

Menurut Mamuri, gempa bumi dangkal ialah kedalaman gempa pada rentang 0-60 kilometer dari permukaan laut. Sedangkan gempa bumi menengah ialah kedalaman gempa pada rentang 60-300 kilometer.

Sementara gempa bumi dalam ialah yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Sehingga tidak semua gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia, termasuk sebagaimana yang terjadi pada periode menjelang akhir Agustus 2025.

"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," pungkasnya.


Topik

Peristiwa, Gempa bumi, Jatim, BMKG Stasiun Geofisika Malang, Agustus,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette