Kebocoran Talang Air Pasar Induk Among Tani Batu Makin Parah dan Rugikan Pedagang, DPRD Desak Percepat Perbaikan
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
22 - Aug - 2025, 07:12
JATIMTIMES - Pedagang Pasar Induk Among Tani Kota Batu dibuat resah. Pasalnya, pasar yang baru rampung tahun 2023 lalu itu mengalami kebocoran yang semakin parah. Setiap kali hujan, bagian dalam pasar yang bocor membuat air hujan mengguyur dan menggenang ke dalam pasar.
Parahnya, kebocoran tidak hanya terjadi di satu tempat, melainkan hampir semua talang air di seluruh blok mulai blok 1 hingga blok 9 yang kondisinya sudah keropos dan berlubang. Tiap kali hujan, pedagang harus berkemas dan bahkan tak jarang mereka memilih untuk menutup kios dan lapaknya agar tak terkena air hujan.
Baca Juga : Suntikan Rp300 Miliar ke BUMD Dipertanyakan DPRD Jatim, Ini Jawaban Gubernur Khofifah
Kondisi pasar yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 166 miliar itu diperparah sepinya pengunjung yang datang.
Sebelumnya, perbaikan talang air pasar tersebut memakan korban. Seorang pekerja proyek jatuh hingga tewas ketika hendak istirahat makan siang pada Selasa (19/8/2025) lalu. Talang air yang diperbaiki keropos membuat pekerja tersebut terjatuh dari atap lantai tiga.
Menyoroti hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu mendesak percepatan perbaikan. "Tentu perlu mendesak agar Pemerintah Kota Batu sebagai penanggung jawab untuk segera memperbaiki masalah yang terjadi di dalam pasar agar tak semakin merugikan pedagang," jelas Khamim, Jumat (22/8/2025).
Pihaknya sangat menyayangkan kejadian yang terjadi di Pasar Among Tani. Dikatakannya, enam bulan setelah dibangun dengan APBN, pemeliharaan diserahkan ke Pemkot Batu. Namun, saat ini kondisi pasar dinilai memprihatinkan, jauh dari harapan masyarakat khususnya pedagang.
"Kondisi kebocoran sekarang termasuk kerusakan yang sangat fatal. Terlebih banyak zona yang timpang tidak ramai," ucapnya.
Terkait desakan untuk perbaikan kembali, dirinya meminta Pemkot Batu melibatkan ledagang dari kelompok dan paguyuban. Sebab, merekalah yang dianggap sangat paham sebagai pelaku ekonomi di pasar induk secara langsung.
Baca Juga : Sampaikan Jawaban ke DPRD Jatim, Gubernur Khofifah Ungkap 7 Jurus Optimalisasi PAD
Khamim menegaskan sejatinya anggaran untuk perawatan dan perbaikan Pasar Induk Among Tani telah disiapkan senilai Rp 599 juta.
Anggaran itu dapat digunakan setelah pasar diserahkan ke Pemkot Batu setelah pemerintah pusat memberikan waktu 6 bulan masa perbaikan ditanggung pemerintah pusat dan setelah 6 bulan perawatan serta perbaikan diserahkan ke Pemkot Batu.
Ia berujar, Pemerintah Kota harus segera menata kembali dan memperbaiki kondisi pasar yang sangat tidak sesuai dengan harapan para pedagang.
"Kasihan para pedagang. Pemkot mungkin bisa melibatkan para pedagang atau paguyuban pedagang, diajak komunikasi menata kembali zona-zona dan lapak-lapak karena yang lebih tahu kondisi di sana," tambah Khamim.
