Kota Batu Bakal Suplai 30-50 Ton Sampah Per Hari untuk Olah Sampah Jadi Listrik

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

21 - Aug - 2025, 11:39

Ilustrasi. Sampah di Kota Batu sebagian ditangani TPA dengan pembakaran melalui Insinerator. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Pengelolaan sampah terintegrasi melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bakal didukung tiga daerah di Malang Raya. Sebab, salah satu lokasi yang sudah ditetapkan untuk PSEL ada di Kota Malang. Suplai sampah untuk kebutuhan program tersebut salah satunya melalui pengalihan dari Kota Batu.

Sebelumnya, tiga kepala daerah di Malang Raya yakni Wali Kota Malang, Bupati Malang dan Wali Kota Batu telah menggelar pertemuan untuk program pengentasan masalah sampah. Salah satunya dengan pembangunan PSEL. Pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq itu membahas pembangunan satu lokasi diantara 33 target pembangunan PSEL di Indonesia. Itu sesuai Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan PSEL.

Baca Juga : Banyak Temuan Menyalahi Aturan, Pemkot Batu Siapkan Regulasi Penertiban dan Pengelolaan Makam

Ketiga kepala daerah dinilai memiliki program yang sangat memungkinkan dibangun program waste to energy. Dalam pelaksanaannya, Kementerian LH akan langsung menggandeng Universitas Brawijaya (UB) untuk melakukan kajian. Itu bertujuan untuk menentukan tempat yang dimungkinkan untuk lokasi pembangunan PSEL. Program yang sudah diwacanakan sejak lama itu targetnya akan tuntas perizinan pada Desember nanti.

Wali Kota Batu Nurochman mengaku siap mendukung proyek tersebut. Mengingat program pengentasan masalah sampah merupakan salah satu cita-citanya yang tertuang dalam program prioritas. "Untuk di Kota Batu sendiri, kami masih terkendala ketersediaan lahan," terang Nurochman saat ditemui, belum lama ini.

Dikatakan, ada opsi pembangunan PSEL yang berada di Kota Malang, dengan begitu Pemkot Batu menegaskan komitmennya untuk siap berkolaborasi. Sebab, sejauh ini pengelolaan sampah di Kota Batu dinilai cukup terakomodir dengan baik. Bahkan, sebanyak 37 ton diklaim telah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri.

Ia menjelaskan, volume sampah harian di Kota Batu mencapai 122,138 ton per hari. Dari total itu, sebanyak 106, 138 ton sudah terkelola dan 16 ton lainnya masih belum terkelola. "Melalui adanya pengelolaan sampah terintegrasi kami harap ada solusi yang lebih optimal untuk mengurangi timbulan sampah," harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni mengatakan, dengan pengolahan sampah yang optimal di Kota Batu saat ini. Maka, suplai sampah untuk PSEL di Malang Raya hanya dapat diberikan sekitar 30-50 ton per hari. Yang mana, dihasilkan dari produksi sampah yang berasal dari 21 ruas protokol.

"Sisanya sudah terkelola di masing-masing TPS3R, sehingga nantinya kemungkinan akan berasak juga suplainya dari horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe) yang bekerja sama," ujar Dian.

Baca Juga : Tren Warna Granit Hunian 2025: Dark Elegance, Warm Natural, dan Bright Luxury Hadir di Graha Bangunan Blitar

Sampah yang terkelola melalui Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse dan Recycle (TPS3R) sudah hampir terkelola sebesar 70 persen. Sementara 30 persen lainnya sekitar 10-15 ton dihasilkan oleh pelaku usaha. Maka, sisa itu berencana akan dialihkan ke PSEL agar penangannya lebih optimal dan 100 persen sudah terkelola.

Dengan adanya PSEL, Dian berencana akan mengurangi porsi penggunaan insinerator untuk melakukan pembakaran sampah. Selain karena menekan anggaran yang cukup besar, itu bertujuan untuk mengembalikan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) Kota Batu.

"Sehingga dengan PSEL yang itu menggunakan teknologi termal, pembakaran sampah melalui insinerator Kota Batu akan bisa direduksi," terangnya.


Topik

Pemerintahan, Nurochman, malang raya, sampah malang raya, hanif Faisol nurofiq,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette