Mbak Wali Kediri Resmi Jadi Ibunda Guru Kota Kediri, Ajak PGRI Kolaborasi Majukan Pendidikan

Reporter

Eko Arif Setiono

Editor

Dede Nana

19 - Aug - 2025, 01:01

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Pengurus Kota Kediri.


JATIMTIMES - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Pengurus Kota Kediri masa bakti 2025-2030, Senin (18/8/2025) malam. Ibunda Guru memiliki peran yang sangat krusial dalam mendukung perjuangan PGRI. 

Pengukuhan dilangsungkan di Omah Sawah oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Djoko Adi Walujo. Dalam acara Pengukuhan Pengurus Cabang, Cabang Khusus, Perangkat Kelengkapan Organisasi (PKO) PGRI Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2030 dan Pengukuhan Ibunda Guru Kota Kediri.

Baca Juga : Anggaran Kesehatan Rp6,43 Triliun, Puguh DPRD Jatim Desak RS Milik Pemprov Berbenah

"Suatu kehormatan bagi saya diberikan kepercayaan menjadi Ibunda Guru Kota Kediri oleh PGRI. Fokus kami yang pertama guru harus lebih profesional dan meningkatkan sarana prasarana pendidikan. Serta kami memperhatikan kesejahteraan guru," ujarnya.

Mbak Wali mengungkapkan guru adalah ujung tombak pendidikan. Di tangan guru lah masa depan generasi penerus dibentuk. PGRI bukan hanya sebuah organisasi, melainkan wadah bagi para guru untuk mengupayakan, memperjuangkan, dan mengembangkan mutu pendidikan. Pada kepengurusan yang baru ini, PGRI diharapkan semakin solid dan inovatif. Serta PGRI dapat menjadi rumah besar yang nyaman bagi para guru untuk terus belajar, berbagi, dan berjuang. 

"Selamat dan sukses kepada para pengurus PGRI yang hari ini resmi dikukuhkan. Saya yakin di kepengurusan yang baru ini tradisi baik yang sudah ada akan terus diperjuangkan. Serta saya yakin mutu pendidikan yang ada di Kota Kediri ke depan menjadi lebih baik," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, wali kota termuda ini juga mengajak PGRI untuk terus berkolaborasi bersama Pemkot Kediri untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab pendidikan merupakan fondasi utama untuk menjadikan Kota Kediri lebih baik lagi. PGRI bisa menjadi organisasi yang kritis namun konstruktif terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. 

Para guru juga harus kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran terhadap murid. Yakni dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi. Salah satunya menggunakan gadget sebagai sarana pembelajaran. Sebab anak-anak lebih banyak menggunakan gadget, namun harus tetap diarahkan untuk hal-hal yang positif. 

"Kita harus menguatkan kolaborasi untuk menjawab semua tantangan di bidang pendidikan. Saya yakin apabila kompak dan solid maka pendidikan di Kota Kediri ini tidak akan kalah dengan kota-kota besar," pungkasnya.

Baca Juga : Drainase Jalan Soehat Malang Belum Digali, Pengerjaan Masih Fokus Penataan Pohon dan Tiang Listrik

Ada pula Pengukuhan Pengurus Cabang, Cabang Khusus, Perangkat Kelengkapan Organisasi (PKO) PGRI Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2030 oleh Ketua PGRI Pengurus Kota Kediri Moh. Anang Kurniawan. Pada pengurus cabang, Ketua Cabang Mojoroto dijabat Tuwari, Ketua Cabang Kota dijabat Suhartika, Ketua Cabang Pesantren dijabat Bustanul Arifin. Untuk cabang khusus, Ketua Cabang SMA/SMK dijabat Marji, Ketua Cabang Khusus PGRI Kota Kediri dijabat Sigit Ratnanto, Ketua Cabang Khusus Kementerian Agama Kota Kediri dijabat Marwah. 

Sementara untuk kepengurusan PKO. Dewan pakar dijabat oleh Sugiono, Iskandar Tsani, Djoko Rahardjo, dan Fatchurrohman Rasyid. Dewan kehormatan guru Indonesia dijabat KH. Abu Bakar Abdul Jalil dan Juli Sulaksono. Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis dijabat Enik Kurniawati. Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum dijabat Zainal Arifin. Ketua Badan Usaha dijabat Hadi Mustofa. Ketua Perempuan PGRI dijabat Dyah Mujiati. Ketua Smart Learning and Character Center dijabat Marjono.

Usai pengukuhan, diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) PGRI kepada Ibunda Guru Kota Kediri dan Dewan Kehormatan KH. Abu Bakar Abdul Jalil. 


Topik

Pemerintahan, wali kota kediri, ibunda guru, pemkot kediri,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette