Puguh DPRD Jatim Dukung Pelajaran Sejarah Masuk Kurikulum SD-SMA, Upaya Penguatan Karakter Bangsa
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Yunan Helmy
14 - Aug - 2025, 08:25
JATIMTIMES - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas menyatakan dukungannya terhadap rencana memasukkan kembali pelajaran sejarah ke dalam kurikulum pendidikan. Yakni mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah, hingga atas.
"Karena sejarah memiliki peran krusial dalam membentuk pola pikir, perilaku, dan karakter bangsa," ujar Puguh yang juga merupakan sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim ini, saat memberikan konfirmasinya kepada JatimTIMES, Kamis (14/8/2025) malam.
Baca Juga : Pemkab Malang Sukseskan Gerakan Pangan Murah Polri, Upaya Tekan Inflasi
Puguh menyebut, rencana pelajaran sejarah yang kembali dimasukkan dalam kurikulum pendidikan tersebut juga harus diperkuat melalui Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). "Saya sangat sepakat ketika pelajaran sejarah dan sastra dimasukkan ke dalam UU Sisdiknas. Sehingga bisa menjadi bagian pembelajaran mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA," ujarnya.
Dijabarkan Puguh, masyarakat Indonesia terlahir dari tiga hal. Yakni sejarah, pergolakan politik, dan pergerakan. "Fakta sejarah itulah yang akan mendorong kekuatan karakter kita sebagai warga negara,” ujarnya.
Di sisi lain, Puguh menilai, generasi muda saat ini, khususnya Gen Z mulai kehilangan arah dan identitas sebagai warga negara. Penyebabnya karena kurang memahami perjuangan para pendiri bangsa, pejuang kemerdekaan, kiai, hingga ulama yang telah berjuang dengan pengorbanan yang luar biasa.
"Padahal anak-anak saat ini harus memahami secara baik sepak terjang generasi terdahulu dalam mendesain dan membangun negara ini," ungkapnya.
Pemahaman terkait perjuangan para pendiri bangsa itulah yang nantinya akan menjadi bekal bagi generasi penerus untuk memikul tanggung jawab dalam memajukan bangsa. Terutama di tengah tantangan global yang saat ini semakin berat.
Baca Juga : Tinjau Sekolah Rakyat, Menko PM Muhaimin Tawarkan Siswa Lanjut Kuliah Gratis
"Tanpa penguatan karakter yang berlandaskan sejarah, generasi muda berisiko kehilangan jati diri bangsa. Padahal, Indonesia memiliki karakter kuat yang diwariskan sejak zaman perjuangan," ujarnya.
Pertimbangan itulah yang kemudian membuat Puguh mendukung bila pelajaran sejarah dimasukkan pada kurikulum mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan atas. "Langkah ini untuk memperkuat keluhuran karakter bangsa sekaligus memastikan generasi penerus siap menghadapi tantangan zaman,” pungkas legislator PKS ini.
