Kota Malang Ngebut Wujudkan Kota Sehat dan Adipura Kencana Sekaligus

Reporter

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

12 - Aug - 2025, 07:45

Alun-alun Merdeka Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang semakin memperkuat komitmennya dalam menyukseskan Program Kota Sehat 2025. Salah satu langkah strategis adalah menyempurnakan pengelolaan sampah yang kini sudah mencapai 98,97 persen dari total timbulan sampah, setara 723,74 ton per hari. 

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gameliel Raymond Matondang, menyampaikan bahwa pencapaian ini hampir menyamai hasil penilaian tim Adipura. Namun, tantangan besar masih menanti, yakni pengembangan TPA Supit Urang dari controlled landfill ke sanitary landfill, sebuah kualitas pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan sesuai standar nasional. 

Baca Juga : Fadli Zon Resmikan Monumen Reog 126 Meter, Ikon Budaya Baru Jatim yang Tingginya Melampaui Patung GWK Bali

“Targetnya, hingga Desember ini sudah tuntas, termasuk pengembangan sanitary landfill yang kini sudah berjalan di lima hektare area TPA seluas 32 Ha,” kata Raymond. 

Sistem ini mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup RI, yang menyebut bahwa Kota Malang menjadi percontohan dalam penerapan sanitary landfill, sekaligus menjadi pelopor penghentian praktik open dumping dalam pengelolaan sampah

Penilaian Program Kota Sehat, berbeda dari Adipura, berada di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara dengan indikator yang lebih luas, mulai dari pengelolaan sampah hingga kualitas udara cepat. DLH juga tengah memproses pemenuhan kriteria program udara bersih, yang sebelumnya bahkan pernah mewakili Indonesia di forum internasional.

Pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kota Malang melibatkan tahapan hilir-hulu yang terintegrasi. Strategi ini mencakup TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) terdistribusi di berbagai wilayah kota, pusat daur ulang dan transfer stations yang mendukung pemilahan langsung di sumber sampah hingga integrasi antara DLH, perguruan tinggi, dan lembaga internasional untuk optimalisasi sistem pengolahan. 

Baca Juga : Blusukan di Klojen, Menteri BKKBN Pastikan Penanganan Stunting Tepat Sasaran

Raymond menekankan bahwa langkah penyempurnaan ini bukan semata demi penghargaan, melainkan investasi jangka panjang dalam kualitas lingkungan hidup Kota Malang. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui program seperti LSDP, maka sistem pengelolaan terpadu diharapkan berkelanjutan dan efektif secara ekonomi maupun ekologi. 

“Target kami tidak hanya Kota Sehat 2025, tapi juga prestise tertinggi Adipura Kencana. Kami optimis dengan sinergi dan inovasi, Malang akan semakin sehat dan bersih,” tutup Raymond penuh optimisme. 


Topik

Pemerintahan, dlh kota malang, gamaliel raymond matondang, program kota sehat, kota sehat 2025,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette