Blusukan di Klojen, Menteri BKKBN Pastikan Penanganan Stunting Tepat Sasaran
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
12 - Aug - 2025, 04:35
JATIMTIMES - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji blusukan ke Klojen, Kota Malang, Selasa (12/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus menyambangi dua rumah warga yang masuk kategori keluarga berisiko stunting (KRS).
Kedatangan Menteri Wihaji bukan sekadar formalitas. Dia bermaksud memastikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah tepat sasaran. Terutama benar-benar menyentuh kelompok prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Baca Juga : Kabupaten Blitar Raih KLA 2025 Kategori Nindya, Bupati Rijanto Bidik Lompatan ke Level Utama
“Pak Presiden memerintah saya untuk tidak (hanya) banyak diskusi, jangan banyak seminar, tapi terjun ke lapangan, selesaikan masalah. Salah satu tanggung jawab saya adalah mengatasi stunting,” ujar Wihaji.
Di salah satu rumah yang dikunjungi, Wihaji mendapati kondisi yang terbilang memprihatinkan. Sebab, satu keluarga beranggotakan tujuh orang tinggal di rumah sempit, dengan dapur dan sumber air bersih menyatu di ruang tidur.
“Kalau tidak hati-hati, kondisi seperti ini menjadi faktor penyebab stunting. Apalagi asupan gizinya masih jauh dari cukup,” imbuhnya.
Wihaji menjelaskan, stunting bisa dipicu oleh gizi buruk, akses air bersih yang minim, sanitasi yang tidak memadai, hingga pernikahan dini. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya lewat pemberian makanan, tapi juga perbaikan lingkungan dan kebiasaan hidup sehat.
Melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), bantuan yang dihimpun dari kolaborasi berbagai pihak juga disalurkan. Mulai Baznas, Kadin, BUMN, hingga sektor swasta. Selain menu gizi dari MBG, warga juga mendapat dukungan berupa perbaikan sanitasi dan rehabilitasi rumah.
“Prinsipnya B3, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kalau ada yang belum terjangkau, akan kita masukkan lewat skema orang tua asuh,” kata Wihaji.
Baca Juga : 2 Motor Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Raib Digondol Maling di Kantor Desa Jetis Situbondo
Secara nasional, target keluarga berisiko stunting mencapai satu juta rumah tangga. Hingga kini, tercatat sudah ada 229 ribu anak asuh di 38 provinsi.
Rahmawati (31), warga RT 1 RW 7 Klojen, mengaku sudah dua kali seminggu menerima paket MBG berisi makanan sehat, susu, dan sayuran. Ibu yang sedang hamil anak ketiga ini juga mendapat bantuan langsung dari Menteri Wihaji.
“Dikasih bantuan, dikasih uang juga,” ujarnya. Bantuan tersebut akan ia gunakan untuk kebutuhan harian, termasuk membayar kontrakan.
