Profil Dua Anggota DPR yang Jadi Tersangka Korupsi CSR BI dan OJK

10 - Aug - 2025, 10:21

Ilustrasi KPK. (Foto: Tirto)


JATIMTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dua anggota DPR RI, Satori dan Heri Gunawan, sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Bahwa setelah dilakukan penyidikan umum sejak Desember 2024, penyidik telah menemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang cukup, dan menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu HG (Heri Gunawan) selaku anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024 dan ST (Satori) anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024," kata Pelaksana Tugas Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu.

Baca Juga : Kemenpan RB Terbitkan SE Pengusulan PPPK Paruh Waktu 2025, Prioritaskan Non-ASN yang Belum Terakomodasi

Keduanya saat ini masih duduk sebagai anggota DPR, namun sudah tidak lagi berada di Komisi XI.

Asep menjelaskan, Komisi XI DPR memiliki kewenangan menetapkan anggaran untuk BI dan OJK. Berdasarkan hasil penyidikan, BI dan OJK disebut sepakat memberikan dana program sosial kepada setiap anggota Komisi XI DPR untuk 10 kegiatan per tahun dari BI dan 18-24 kegiatan dari OJK per tahun.

Kesepakatan tersebut muncul setelah rapat kerja tertutup antara Komisi XI DPR dengan pimpinan BI dan OJK pada November 2020, 2021, dan 2022. Dana CSR itu kemudian disalurkan ke yayasan milik masing-masing anggota Komisi XI DPR.

"Bahwa pada periode tahun 2021 s.d. 2023, yayasan-yayasan yang dikelola oleh HG dan ST telah menerima uang dari mitra Kerja Komisi XI DPR RI, namun tidak melaksanakan kegiatan sosial sebagaimana dipersyaratkan dalam proposal permohonan bantuan dana sosial," ungkap Asep.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 12B Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, serta UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Profil Satori

Satori lahir di Cirebon, Jawa Barat, pada 25 Februari 1970. Saat ini ia menjadi anggota DPR dari Fraksi NasDem yang duduk di Komisi VIII. Ini merupakan periode keduanya di Senayan.

Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Cirebon (2008-2011) dan melanjutkan studi magister di Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta (2011-2013). Karier politiknya dimulai di DPRD Kabupaten Cirebon (2009-2014), lalu DPRD Provinsi Jawa Barat (2014-2019).

Satori terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019 dari Dapil Jawa Barat VIII (Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kota Cirebon) dan ditempatkan di Komisi XI. Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih dengan 70.708 suara dan kini duduk di Komisi VII DPR RI.

Baca Juga : Konten Kreator Mustofa Jenggot Ditahan Polisi Gegara Aniaya Teman Sendiri

Selain berpolitik, Satori aktif di berbagai organisasi, termasuk pernah menjadi Ketua Pengurus Daerah Persatuan Atletik Seluruh Jawa Barat (2016-2018), Wakil Ketua LAZISNU PWNU Jabar (2016-2020), dan Ketua DKM Masjid Al Jabar Cirebon (2017-2021).

Profil Heri Gunawan

Heri Gunawan adalah politikus Partai Gerindra kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 11 April 1969. Ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta pada 1994.

Heri sudah tiga periode menjadi anggota DPR RI. Pada 2014, ia terpilih dan menjabat Wakil Ketua Komisi VI DPR. Periode 2019-2024, ia menjadi Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Gerindra di Komisi XI. Pada Pemilu 2024, Heri kembali lolos dan kini bertugas di Komisi II DPR mewakili Dapil Jawa Barat IV (Kabupaten dan Kota Sukabumi).

Sebelum terjun ke politik, Heri berkarier di sektor keuangan, mulai dari Pimpinan Kantor Pusat Lembaga Keuangan Nonbank (1992-2003), General Manager (2003-2006), hingga Executive Vice President dan Komisaris di sebuah perusahaan induk.

Hingga saat ini, KPK tengah menelusuri dugaan keterlibatan hampir seluruh anggota Komisi XI DPR periode 2019-2024 dalam kasus ini. Satori dan Heri disebut menonjol dalam penyidikan karena diduga menggunakan yayasan yang dikelola orang dekat mereka untuk mengajukan dana CSR BI.


Topik

Hukum dan Kriminalitas, Anggota DPR RI, heri gunawan, satori, korupsi, dana csr, corporate social responsibility, CSR, Bank Indonesia, BI, Otoritas Jasa Keuangan, OJK,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette